Kegiatan tanggap bencana yang digelar Kamis (6/11/25) di Ruang Akhlakul Karimah, Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, menjadi wadah silaturahmi dan berbagi pengalaman antar relawan yang dihadiri oleh 32 organisasi. Acara tersebut diselenggarakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang
Salah satu yang turut hadir adalah Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia (MPBI), organisasi yang telah berdiri sejak 3 Maret 2003 dan berperan aktif dalam edukasi serta advokasi kebencanaan. MBPI beranggotakan individu dari berbagai latar belakang, mulai dari praktisi lapangan hingga akademisi yang memiliki kepedulian terhadap isu pengurangan risiko bencana. Organisasi ini berfokus pada peningkatan kapasitas masyarakat agar mampu menanggulangi bencana secara mandiri.
MPBI lebih memfokuskan kegiatannya pada fase pencegahan dan kesiapsiagaan. Upaya yang dilakukan mencakup penyebaran informasi dan pelatihan kepada masyarakat di berbagai daerah, termasuk ke tingkat RT dan RW. Tujuannya agar warga di wilayah rawan bencana dapat memahami potensi risiko di lingkungannya serta memiliki kemampuan untuk bertindak cepat tanpa harus menunggu bantuan dari luar.
Salah satu anggota MBPI Ahdi Arfandi menjelaskan, sebagian besar warga masih menganggap kontribusi terhadap kebencanaan hanya sebatas memberi pertolongan setelah bencana terjadi. “Tantangan kami adalah menggeser pola pikir masyarakat dari yang bertindak setelah sesuatu terjadi menjadi mencegah sebelum sesuatu terjadi ,”ujarnya.
Melalui berbagai program edukasi Ahdi berharap, pengetahuan tentang penanggulangan bencana tidak lagi menjadi ranah terbatas bagi relawan atau tim penyelamat, tetapi juga menjadi bagian dari pengetahuan umum masyarakat.
