PMT Kelurahan Tingkatkan Gizi Balita

Berbagai kelurahan di Kecamatan Cipondoh mulai menggelar program pemberian makanan tambahan (PMT) menggunakan Dana Alokasi Umum (DAU). Di antaranya adalah Kelurahan Poris Plawad dan Kelurahan Poris Plawad Indah. 

Selama 28 hari, puluhan ibu-ibu dan balitanya mengikuti program penyuluhan di posyandu sambil belajar cara menyiapkan dan menyajikan makanan bergizi seimbang.

Sekretaris PMT DAU Kelurahan Poris Plawad Medya Dewi Damayanti menyebut, program ini melibatkan berbagai unsur masyarakat dan tenaga ahli. Mulai dari ahli gizi puskesmas hingga pihak kelurahan. 

“Kader-kader yang berpartisipasi juga disesuaikan dengan jumlah balita di tiap posyandu,” tuturnya.

Rangkaian kegiatan dimulai di pagi hari. Para orang tua datang membawa balitanya dan menjalani beragam acara dimulai dengan pengukuran antropometri seperti berat badan, tinggi badan, lingkar lengan atas, dan lingkar kepala. Hasil pengukuran ini akan dipantau tiap minggu untuk melihat perkembangan para balita selama mengikuti kegiatan PMT.

Selanjutnya, warga mendapatkan beragam materi edukasi mulai dari senam bersama, kebersihan dan sanitasi, hingga makan bergizi bersama. 

Kepala Seksi (Kasi) Kemasyarakatan Kelurahan Poris Plawad Indah Samro Kurniasari menyatakan, menu-menu yang disajikan selama pos gizi bervariasi sesuai dengan pedoman yang diberikan oleh Kementerian Kesehatan.

“Hari ini misalnya menunya ada nasi putih, gulai ikan kakap, telur ayam rebus 1 butir, tumis labu jagung manis dan buah jeruk. Ada 10 set menu yang disiapkan untuk 10 hari dan selalu berganti-ganti,” tutur Samro.

Samro menyebut, kerja sama orang tua selama pos gizi menjadi kunci peningkatan status gizi pada balita. Ia menilai orang tua perlu telaten dalam berupaya memberikan pangan bergizi kepada anaknya.

“Kami mengupayakan pemberian makanan yang beragam sesuai dengan pedoman B2SA (beragam, bergizi, seimbang dan aman) serta mengutamakan potensi pangan lokal,” tuturnya. 

Ia berharap apa yang didapatkan orang tua selama pos gizi dapat direplikasi dan diterapkan di rumah oleh para orang tua. (Luigi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top