KOTA TANGERANG, KOBENNEWS– Komitmen Kota Tangerang dalam menjaga kelestarian lingkungan di lingkungan pendidikan kembali membuahkan hasil manis.
Menjelang penghujung tahun 2025, dominasi kota ini sebagai “kiblat” sekolah peduli lingkungan semakin tak tergoyahkan setelah Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) RI merilis daftar terbaru penerima penghargaan Adiwiyata.
Dalam daftar tersebut, sebanyak 6 sekolah di Kota Tangerang sukses meraih predikat Adiwiyata Mandiri (SAM), termasuk di antaranya SD Sang Timur, SDN Karawaci Baru 1, SDN Pinang 1, SDN Cimone 4, SDN Cimone 8, dan SMPN 30 Tangerang.
Tak hanya itu, 13 sekolah lainnya juga berhasil mengamankan gelar Adiwiyata Nasional (SAN), memperpanjang daftar panjang prestasi lingkungan mulai dari SDN Jurumudi 3 hingga SMP Islamic Centre.
Capaian terbaru di tahun 2025 ini kian memperkokoh posisi Kota Tangerang di puncak nasional. Berdasarkan data digital, kini terdapat total 521 sekolah tingkat SD hingga SMP di Kota Tangerang yang telah menyandang status Adiwiyata—mulai dari tingkat kota hingga mandiri.
Angka ini merupakan yang tertinggi di Indonesia, melampaui Kota Surabaya dengan 367 sekolah dan Kota Padang dengan 76 sekolah.
Kepala Biro Hubungan Masyarakat KLH, Yulia Suryanti, memberikan apresiasi mendalam atas konsistensi ini. Menurutnya, Kota Tangerang bukan sekadar mengejar penghargaan, melainkan telah berhasil menanamkan jiwa peduli lingkungan kepada para pelajar dan guru.
”Terus berjuang menyebarkan virus positif lingkungan hidup ini. Jadikan kebersihan sebagai bagian dari hidup, bahkan setelah menempuh jenjang pendidikan lebih tinggi,” pesannya saat meninjau langsung kesiapan sekolah di Tangerang beberapa waktu lalu.
Di lapangan, semangat ini terlihat jelas di SMP Negeri 1 Tangerang. Plt. Kepala Sekolah, Udin Syamsudin, menceritakan bagaimana setiap hari Jumat, seluruh siswa dari kelas 7 hingga 9 bergerak serempak melakukan aksi bersih-bersih.
Setiap kelas bahkan memiliki “Duta Kebersihan” sebagai motor penggerak.
”Pelaksanaan bebersih didampingi oleh wali kelas masing-masing agar hasilnya maksimal,” ujar Udin.
Baginya, predikat Adiwiyata Mandiri yang kini digenggam adalah bukti dari kebiasaan baik yang sudah mendarah daging.
“Jadilah agen perubahan yang menerapkan kebersihan sebagai kebiasaan terbaik, hingga ke tingkat perguruan tinggi dan kehidupan bermasyarakat kelak.” Pungkasnya. (Panji)
