Petrik, Klub Olahraga Tradisional yang Dilestarikan Anak Muda

Kobennews.id- Di tengah maraknya olahraga modern, sekelompok anak muda di Kota Tangerang justru memilih melestarikan olahraga tradisional. Mereka tergabung dalam Pelestari Olahraga Tradisional Indonesia Kuat atau disingkat Petrik, sebuah klub olahraga tradisional yang baru berdiri sekitar 1,5 tahun.

Meski tergolong baru, Petrik sudah memiliki 30 anggota yang berasal dari berbagai sekolah tingkat SMP hingga SLTA di Kota Tangerang. Mereka rutin menggelar latihan di Cipondoh dan Stadion Benteng, sambil mengenal dan mengasah kemampuan di berbagai cabang olahraga tradisional.

Pelatih olahraga tradisional Klub Petrik, Alfian Fitrohzal, mengakui tantangan terbesar adalah mengajak anak-anak agar tertarik dengan hal-hal yang berbau tradisional.

“Tantangannya memang di minat. Anak-anak sekarang lebih tertarik ke hal modern, jadi olahraga tradisional sering dianggap kurang menarik,” ujar Alfian.

Untuk mengatasinya, Petrik punya cara tersendiri. Selain latihan rutin, para anggota juga sering mengadakan latihan bersama yang dikemas santai, bahkan diselingi kegiatan nongkrong atau ngopi bersama di luar jadwal latihan.

“Kami sering latihan bareng, terus ngopi-ngopi juga. Biar mereka betah, merasa nyaman, dan akhirnya mau belajar olahraga tradisional,” jelas mahasiswa Universitas Pamulang.

Lewat klub ini, anggota Petrik tidak hanya diajarkan teknik olahraga, tetapi juga nilai kebersamaan. Kekompakan tim, kecepatan, dan memiliki tujuan bersama menjadi hal utama yang terus ditanamkan, terutama saat menghadapi pertandingan.

“Di olahraga tradisional itu bukan cuma fisik, tapi juga kerja sama dan kekompakan tim,” tambah Alfian.

Seiring berjalannya waktu, Petrik mulai menunjukkan eksistensinya. Klub ini sudah mengikuti berbagai kejuaraan olahraga tradisional, baik di tingkat kota maupun provinsi. Saat ini, mereka juga rutin berlatih untuk menghadapi Pekan Olahraga Tradisional Daerah (Portada) tingkat kota dan provinsi.

“Keberadaan Petrik menjadi bukti bahwa olahraga tradisional masih punya tempat di hati generasi muda. Dengan pendekatan yang santai dan penuh kebersamaan, Petrik tak hanya mencetak atlet, tapi juga ikut menjaga warisan budaya agar tetap hidup di Kota Tangerang,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top