Bank Sampah 102 Kecamatan Cibodas terus bergerak mengajak masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan. Tak hanya berfungsi sebagai tempat menabung sampah, Bank Sampah 102 juga menjadi ruang belajar bersama tentang pentingnya pengelolaan sampah yang tepat. Ketua Bank Sampah 102, Saifuddin, menekankan bahwa kesadaran menjaga kebersihan harus dibangun secara gotong royong agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. “Kami berharap masyarakat, tidak hanya di Cibodas tetapi di seluruh Kota Tangerang, dapat lebih sadar dan peduli dalam menjaga lingkungan. Sampah yang dikelola dengan baik tidak hanya mengurangi pencemaran, tetapi juga memiliki nilai manfaat,” ungkapnya.
Aktivitas Bank Sampah 102 pun menarik perhatian kalangan kampus. Mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Tangerang, seperti Universitas Islam Syekh Yusuf, Universitas Muhammadiyah Tangerang, dan Universitas Pelita Harapan, kerap datang untuk belajar langsung mengenai proses pengolahan sampah plastik, kardus, hingga kaleng. Tidak jarang pula pihak kampus mengundang tim Bank Sampah 102 untuk berbagi praktik baik dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Selain edukasi, berbagai pelatihan kreatif juga rutin digelar, mulai dari pembuatan sapu dan gantungan kunci berbahan plastik daur ulang hingga produksi sabun dari minyak jelantah. Setiap akhir pekan, anak-anak pun diajak belajar mencintai lingkungan melalui kegiatan edukatif yang menyenangkan. Dengan pendekatan yang edukatif dan partisipatif, Bank Sampah 102 diharapkan mampu menjadi motor penggerak pengurangan sampah sekaligus memperkuat budaya hidup bersih di Kota Tangerang.
