Kobennews.id- Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus bergerak cepat dalam mengatasi persoalan sampah yang mencapai 1.600 ton per hari. Melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Pemkot Tangerang kini tengah memasifkan strategi pengurangan sampah langsung dari sumbernya (hulu) dengan mengajak masyarakat membentuk bank sampah.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang, Wawan Fauzi, mengungkapkan bahwa pembentukan bank sampah ini merupakan bagian penting dari peta jalan (road map) pengelolaan sampah yang telah disusun secara komprehensif.
“Dari jumlah timbulan sampah di Kota Tangerang yang lebih kurang 1.600 ton per hari, salah satu upaya kita adalah dengan pengurangan di hulu, yaitu di tingkat masyarakat. Salah satunya dengan strategi pembentukan bank sampah,” ujar Wawan.
Saat ini, berdasarkan data DLH Kota Tangerang baru memiliki sekitar 160 bank sampah yang tersebar di berbagai kelurahan, atau rata-rata baru menyentuh satu bank sampah per kelurahan.
Melihat kondisi tersebut, DLH menargetkan lompatan besar pada tahun 2026 ini. Wawan menegaskan setiap kelurahan minimal harus memiliki dua bank sampah aktif.
“Kita berharap di tahun 2026 ini minimal ada dua bank sampah di setiap kelurahan. Jadi, ada penambahan dua kali lipat dari kondisi yang ada saat ini. Ke depannya, kita berharap bahkan di setiap RW ada bank sampah, sehingga pendekatan di hulunya bisa jauh lebih masif,” jelasnya.
Selain pembentukan Bank Sampah, Pemkot Tangerang mengajak masyarakat melakukan pemilahan sampah dari rumah tangga untuk mengurangi sampah yang masuk ke TPA.
“Pemilahan sampah sudah menjadi program nasional dalam pengurangan sampah, pemerintah menargetkan agustus tahun ini sudah control landfill, untuk mencapainya kita harus mulai mengurangi sampah yang masuk ke TPA salah satunya dengan pola pemilahan sampah,” ujarnya.(Adit)
