Kobennews.id- Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Tangerang terus menggenjot berbagai program inovatif guna menekan angka pengangguran. Upaya ini bagian dari mitigasi proaktif agar para pencari kerja lokal tetap terserap optimal di tengah pergeseran iklim industri.
Kepala Disnaker Kota Tangerang, Ujang Hendra, mengungkapkan bahwa salah satu pilar utama yang konsisten berjalan adalah pelaksanaan Job Fair. Berbeda dengan daerah lain, Kota Tangerang menjadi pelopor yang menggelar Job Fair secara virtual setiap bulan tanpa henti, bahkan sejak masa pandemi COVID-19 pada tahun 2019 lalu.
”Langkah kita memang konsisten. Melalui Job Fair virtual bulanan, kita membuka akses seluas-luasnya. Selain itu, kita juga memperluas kerja sama dengan Bursa Kerja Khusus (BKK) di SMK-SMK untuk memfasilitasi para alumni, termasuk memfasilitasi MoU rekrutmen langsung antara pihak sekolah dan perusahaan,” ujar Ujang Hendra.
Tidak hanya menyasar sekolah formal, Disnaker Kota Tangerang juga merangkul berbagai komunitas lokal, organisasi kemasyarakatan (ormas), hingga partai politik yang ingin memfasilitasi bursa kerja bagi anggotanya. “Penyelenggaraan Job Fair khusus bagi kaum difabel pun tetap menjadi prioritas kemanusiaan guna memastikan kesetaraan hak kerja bagi seluruh warga,” ujarnya.
Guna mempercepat penetapan keahlian di tingkat akar rumput, Disnaker memiliki unit mobile pelatihan melalui program Si Praja.
“Unit ini bergerak langsung mendatangi komunitas warga, seperti DKM Masjid, lingkungan RT/RW, maupun lembaga paguyuban, untuk menggelar pelatihan berbasis wirausaha (entrepreneurship) secara kilat selama tiga hari,” ujarnya.
Menghadapi era globalisasi, Disnaker juga mulai menggeser fokus pelatihan ke arah digitalisasi serta program On the Job Training (OJT) yang bekerja sama erat dengan sektor swasta. “Program OJT ini tercatat memiliki tingkat serapan tertinggi, di mana sekitar 50% hingga 80% peserta pelatihan langsung diangkat sebagai tenaga kerja dengan status Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT),” ungkapnya.
Disnaker juga aktif menyasar warga pemasyarakatan dengan memberikan pelatihan kerja bagi warga ber-KTP Kota Tangerang yang mendekati masa bebas di LP Wanita, LP Pemuda. “Kami berencana memperluas jaringan ke LP Anak melalui skema Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan,” ujarnya.
Sebagai langkah strategis jangka panjang, Disnaker Kota Tangerang kini berfokus pada perluasan pasar kerja ke luar negeri, khususnya ke negara Jepang dan Korea Selatan yang tengah mengalami krisis tenaga kerja (lost generation). Langkah ini diawali dengan jalinan MoU bersama 63 SMK di Kota Tangerang serta pendirian laboratorium bahasa yang memfasilitasi lima bahasa asing utama yaitu Jepang, Mandarin, Inggris, Jerman, dan Korea.
”Saat ini sudah ada 330 orang yang mengikuti pelatihan bahasa Jepang, dan target kita bisa mencapai 1.000 orang di akhir tahun. Jepang sendiri membutuhkan sekitar 3 juta tenaga kerja hingga tahun 2030. Ini peluang besar bagi warga kita,” tambah Ujang.
Untuk mendukung kelancaran program ini, Pemerintah Kota Tangerang tengah menyusun Peraturan Wali Kota (Perwal) terkait partisipasi pembiayaan keberangkatan. Disnaker juga telah menggandeng Bank BJB untuk menyediakan skema dana talangan gratis bagi warga Kota Tangerang, yang mencakup seluruh biaya penandatanganan dokumen hingga pembuatan paspor.
Melalui sinergi program dalam negeri dan luar negeri ini, Ujang Hendra optimistis dapat menyelesaikan tingkat pengangguran terbuka dan berbagai persoalan turunannya seperti kemiskinan dan kesejahteraan.
“Kami yakin apabila dalam satu keluarga miskin ada satu yang bekerja maka masalah dalam keluarga itu seperti stunting, kemiskinan hingga anak putus sekolah di kota Tangerang akan otomatis tuntas,” pungkasnya.(Adit)
