Di tengah menjamurnya produk makanan modern, usaha Kue Bulan Oey Kim Un di Kecamatan Benda, Kota Tangerang tetap mempertahankan resep dan tradisi kuliner khas masyarakat Cina Benteng di Tangerang.
Bisnis keluarga yang berdiri sejak 2011 itu masih memproduksi kue bulan secara musiman untuk memenuhi kebutuhan perayaan Festival Kue Bulan pada 29 September mendatang.
Generasi kedua Kue Bulan Oey Kim Un, Angelina Laurentcia, mengatakan usaha tersebut dirintis oleh almarhum ayahnya dan hingga kini tetap dijalankan sebagai bagian dari pelestarian budaya sekaligus usaha keluarga.
“Usaha ini memang musiman dan mulai berjalan sejak tahun 2011. Produksi biasanya dimulai tiga bulan sebelum sembahyang kue bulan. Kalau dalam penanggalan Imlek ada penambahan bulan, produksinya bisa dimulai sampai empat bulan sebelumnya,” ujar Angelina.
Bagi masyarakat Cina Benteng, kue bulan bukan sekadar makanan, melainkan bagian dari tradisi mengungkapkan rasa syukur. Dalam ritual tersebut, kue bulan biasanya disusun lima hingga tujuh tingkat dan dilengkapi kue koah yang dihiasi ukiran bunga lotus maupun Dewi Kwan Im.
Untuk isiannya tersedia beragam pilihan, mulai dari cokelat, keju, cokelat keju hingga varian buah seperti durian, cempedak, dan nanas. Seluruh varian tetap mempertahankan cita rasa manis yang menjadi ciri khas kue bulan. Fajrin
Kue Bulan Tahan Lama
Angelina juga mengungkapkan bahwa sebelum produksi dimulai, keluarga terlebih dahulu menggelar doa sebagai bentuk rasa syukur sekaligus memohon kelancaran usaha. Ritual tersebut ditujukan kepada Dewa Dapur dan Dewa Bumi sesuai tradisi yang diwariskan turun-temurun.
“Kami berdoa agar proses produksi berjalan lancar, hasil kuenya bagus, dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan selama bekerja di dapur. Kami juga menghargai setiap karyawan untuk berdoa sesuai keyakinannya masing-masing,” katanya.
Keunggulan lain dari kue bulan Oey Kim Un adalah daya simpannya yang relatif panjang tanpa menggunakan bahan pengawet. Hal itu diperoleh dari karakter kulit kue yang lebih padat dibandingkan roti serta proses pengemasan kedap udara setelah kue benar-benar dingin.
“Setelah dingin, kue langsung disegel rapat dan tidak dibuka lagi. Proses pengemasan harus benar-benar rapat supaya tidak ada udara yang masuk sehingga kue bisa bertahan lebih lama tanpa pengawet,” tutur Angelina. Fajrin
