Diskominfo Catat 4.587 Aduan Masyarakat di Lapor Laksa

kobennews.id- UPT Pengelolaan Ruang Kendali Kota (PRKK) Kota Tangerang mencatat sebanyak 4.587 aduan masyarakat melalui layanan lapor Laksa selama periode 1 Januari hingga 6 April 2026.

Kepala UPT Pengelola Ruang Kendali Kota Muhammad Iqbal Santoso mengatakan, bahwa ribuan laporan yang masuk merupakan bentuk partisipasi masyarakat dalam menyampaikan penganduan terkait pelayanan publik di Kota Tangerang.

“Aduan masyarakat ini akan terus naik,” katanya.

Ia menjelaskan, pengaduan tertinggi masih didominasi oleh laporan mengenai informasi pelayanan berkas kependudukan Disdukcapil seperti KK, KTP, akte kelahiran dan lainnya. Selanjutnya, laporan DPUPR mengenai laporan jalan rusak dan drainase yang tidak berfungsi dengan baik. Kemudian, Dishub mengenai laporan lampu PJU yang padam, Diskominfo mengenai laporan informasi terkait registrasi dan lupa password Tangerang Live, serta DISLH mengenai laporan aduan tumpukan sampah di TPS liar dan pemangkasan pohon.

Ia mengaku mengenai laporan atau aduan masyarakat, pihaknya terus berupaya dan berkoordinasi secara intensif bersama perangkat daerah terkait baik Pemerintah Kota Tangerang, Pemerintah Pusat dan Provinsi sesuai dengan kewenangan ruas jalan masing-masing. (Dini)

Berhasil Tangani 4.208 Aduan

Kepala UPT Pengelola Ruang Kendali Kota (PRKK) Muhammad Iqbal Santoso mengatakan, dari 4.587 aduan masyarakat di aplikasi Layanan Aspirasi Kota Saran Anda (LAKSA), pihaknya sudah menyelesaikan aduan masyarakat sebesar 4.208 laporan, 215 laporan dengan status proses dan 163 laporan dengan status menunggu.

Ia mengaku,  tingginya angka penyelesaian ini mencerminkan kerja keras seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam menindaklanjuti setiap laporan masyarakat. Selain itu, bahwa efektivitas layanan LAKSA yang dikelola Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) melalui UPT PRKK dan kemitraan PRKK telah mencapai puncak kinerja yang maksimal.

“Kami (Diskominfo,red) akan terus berkomitmen dalam meningkatkan kecepatan respons dan memastikan setiap aspirasi publik tidak hanya didengar, tetapi juga ditindaklanjuti secara nyata dan transparan melalui platform digital kami,” tutupnya. (Dini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top