Kader Posyandu Anggrek, Kelurahan Poris Plawad turut serta dalam program pemberian makanan tambahan (PMT) untuk mengentaskan stunting. Mereka turut serta mengelola pos gizi yang berlangsung sejak 10 November 2025, untuk memenuhi gizi 15 balita sasaran.
Ketua Posyandu Anggrek Ismeriah menyebut, kader-kadernya berperan dalam seluruh proses di pos gizi. “Kami juga mengedukasi para orang tua untuk bisa memberikan makanan yang bergizi bagi anaknya di rumah,” tuturnya, Senin (17/11/2025).
Ismeriah mencontohkan, pemberian makanan bergizi tidak perlu mahal. Protein misalnya, bisa didapatkan dengan murah melalui ikan teri yang tersedia di pasar. Ia juga mencontohkan produk nabati lain yang kaya protein seperti tahu dan tempe.
“Makanan ini bisa untuk memenuhi asupan gizinya pada hari itu. Misalnya satu potong ikan, sehari harus masuk di lauk,” tuturnya.
Ketua posyandu ini juga mengharapkan agar para orang tua bisa kreatif dalam mengemas makanan bergizi supaya anak menjadi lahap makan. “Kalau anaknya enggak doyan ikan potongan, bisa diiris kecil-kecil dan dicampur dengan nasi,” tuturnya.
Ismeriah menilai, kunci penanganan stunting terdapat pada kebiasaan para orang tua di rumah untuk menyediakan pangan bergizi seimbang bagi anak-anaknya. “Ibu-ibu bisa mencontoh pola-pola menu makanan yang kita berikan (selama pos gizi),” tuturnya. (Luigi)
