Tangerang, Kobennews – Sebuah fenomena menarik terekam sepanjang tahun 2025: lonjakan pembuatan paspor menjelang Libur Nasional Natal dan Tahun Baru (Nataru) meroket tajam.
Animo masyarakat kota Tangerang dan Tangerang Raya yang berencana melakukan plesiran ke luar negeri memadati Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Tangerang pada Senin siang (22/12/2025).
Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Banten, Felucia Sengky Ratna, memberikan catatan penting dalam Press Rilis Refleksi Akhir Tahun 2025.
Tingginya animo masyarakat dalam pembuatan paspor dikatakannya bukan menjadi sebuah kendala. “Lonjakan ini justru dijawab dengan transformasi layanan yang lebih humanis dan dekat dengan masyarakat,”
”Salah satunya adalah optimalisasi Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Tangerang yang banyak dimanfaatkan masyarakat,” kata Sengky kepada awak media.
Sengky mengisahkan bagaimana integrasi layanan di MPP telah mengubah wajah birokrasi yang kaku menjadi lebih fleksibel.
“Kami tidak ingin masyarakat merasa terbebani hanya untuk mengurus dokumen perjalanan. Melalui MPP Kota Tangerang, kami hadir di tengah-tengah pusat aktivitas mereka. Warga bisa mengurus paspor dengan nyaman, sembari mengakses layanan publik lainnya dalam satu atap,” ujar Sengky dengan nada optimis.
Strategi ini terbukti ampuh. Kehadiran petugas imigrasi di MPP bukan sekadar formalitas, melainkan menjadi solusi bagi ribuan warga Tangerang yang ingin memastikan dokumen perjalanan mereka siap sebelum lonceng pergantian tahun berbunyi.
Sengky menyadari bahwa untuk melayani masyarakat urban yang sibuk, cara-cara lama tidak lagi cukup. Ia menginstruksikan jajaran di bawahnya—mulai dari Kantor Imigrasi Tangerang, Serang, hingga Cilegon—untuk melakukan lompatan inovasi yang disebutnya sebagai “Layanan Luar Biasa”.
”Seringkali masyarakat baru sempat mengurus paspor di hari libur. Maka, kami yang mendatangi mereka. Kami buka layanan di hari Sabtu dan Minggu, kami hadir di mal, dan kami siapkan tim piket yang tetap standby untuk urusan urgen. Pelayanan tidak boleh berhenti hanya karena kalender menunjukkan hari merah,” tegasnya.
Bagi Sengky, lonjakan permohonan paspor di penghujung 2025 ini adalah simbol kepercayaan masyarakat terhadap institusi yang dipimpinnya. Dengan semangat refleksi akhir tahun, ia memastikan bahwa setiap lembar paspor yang diterbitkan adalah bentuk kehadiran negara dalam mendukung mobilitas dan kebahagiaan warganya.
”Pelayanan publik yang berkualitas adalah pelayanan yang mampu beradaptasi dengan kebutuhan zaman. Urusan paspor kini bukan lagi soal antrean panjang, melainkan soal kemudahan dan kenyamanan di tengah suka cita menyambut tahun yang baru,” pungkasnya. (Panji)
