Kobennews.id- Dokter Umum RS Sari Asih Sangiang, dr. Siti Nur R. Firda Fauziyah, menjelaskan bahwa Superflu ini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor medis yang saling berkaitan.
“Fenomena ini dapat terjadi akibat immunity gap atau celah imunitas. Selama masa pandemi COVID-19, penggunaan masker, pembatasan sosial, dan penurunan mobilitas membuat tubuh jarang terpapar virus influenza. Ketika aktivitas kembali normal, sistem imun belum sepenuhnya siap menghadapi paparan virus pernapasan yang kembali meningkat,” jelas dr. Firda.
Selain itu, virus influenza dan virus pernapasan lainnya seperti Respiratory Syncytial Virus (RSV), adenovirus, dan parainfluenza terus mengalami perubahan alami (mutasi). Perubahan cuaca yang tidak menentu pada masa pancaroba juga mendukung virus bertahan lebih lama dan menyebar lebih cepat, terutama di lingkungan padat penduduk.
Hingga saat ini, tidak ditemukan bukti adanya virus influenza jenis baru yang lebih berbahaya, melainkan peningkatan kembali infeksi virus pernapasan yang sudah dikenal sebelumnya.
Berbeda dengan flu ringan yang umumnya membaik dalam 3–5 hari, flu yang dirasakan lebih berat memiliki beberapa ciri berikut:
1. Kelelahan ekstrem: Tubuh terasa sangat lemas bahkan sebelum gejala lain muncul.
2. Sakit tenggorokan hebat: Dirasakan seperti terbakar atau tertusuk, terutama saat menelan.
3. Nyeri otot dan sendi menyeluruh: Badan terasa pegal dan linu di hampir seluruh bagian tubuh.
4. Durasi penyakit lebih Panjang: Batuk, pilek, atau hidung tersumbat dapat bertahan hingga 2 minggu, bahkan pada sebagian orang bisa mencapai 1 bulan.
Gejala-gejala tersebut sering kali menimbulkan kekhawatiran karena menyerupai infeksi COVID-19, sehingga pemeriksaan medis tetap diperlukan apabila keluhan memberat atau tidak kunjung membaik.
Untuk menurunkan risiko terinfeksi flu berat, dr. Firda menyarankan beberapa langkah pencegahan berikut:
• Vaksinasi influenza tahunan: Merupakan cara paling efektif untuk mengurangi risiko flu berat dan komplikasi.
• Menjaga daya tahan tubuh: Konsumsi makanan bergizi seimbang, cukupi kebutuhan vitamin C dan D, serta istirahat cukup minimal 7–8 jam per hari.
• Menggunakan masker saat diperlukan: Terutama di transportasi umum, tempat ramai, atau ketika kondisi tubuh sedang kurang fit.
• Menjaga kebersihan tangan: Rutin mencuci tangan dengan sabun setelah beraktivitas di luar rumah.
• Memenuhi kebutuhan cairan tubuh: Minum air putih yang cukup membantu menjaga kelembapan saluran pernapasan.
Segera lakukan pemeriksaan medis apabila Anda mengalami:
• Demam tinggi yang tidak turun lebih dari 3 hari
• Sesak napas atau nyeri dada
• Batuk berat yang mengganggu aktivitas
• Kondisi umum semakin memburuk meski sudah beristirahat dan minum obat
“Penanganan dini sangat penting untuk mencegah komplikasi seperti pneumonia, terutama pada anak-anak, lansia, ibu hamil, dan individu dengan penyakit penyerta,” tambah dr. Firda.(Adit)
