Kota Tangerang Siap Jadi Percontohan Nasional dalam Penanggulangan TBC Terbaik

kobennews.id- Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) dr. Benjamin Paulus Octavianus mengakui bahwa Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang dan Tangerang Selatan menjadi kota penyumbang terbanyak capaian penemuan dan pemberantasan kasus tuberkulosis, bahkan menjadi terbaik se-Indonesia.

Dimana, lanjutnya persentase penemuan TBC di Provinsi Banten mencapai 93 persen dan persentase penanganan terhadap keluarga pasien pun dinilai tertinggi mencapai 52 persen melampaui target nasional sebesar 72 persen,  dibandingkan provinsi lain rata-rata di bawah 10 persen.

“Tentunya ini sangat luar biasa ya. Karena orang sakit diobati, keluarganya pun ikut diobati,” katanya.

Untuk itu, Benyamin mengaku akan menjadikan penanganan TBC di tiga kota/kabupaten sebagai percontohan nasional dengan mempelajari kelebihan program dan inovasi yang dimiliki, salah satunya di Kota Tangerang.

“Masalah TBC menjadi perhatian serius Presiden Prabowo, karena kita mentargetkan di tahun 2030 Indonesia bebas TBC dan nantinya hasil pembelajaran ini akan kita bahas dan terapkan secara nasional di tahun 2026,” ungkapnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Dr. Dr. Dini Anggraeni menjelaskan bahwa saat ini capaian penemuan kasus TBC di Kota Tangerang mencapai 126 persen, dan terapi pencegahan mencapai 92 persen. Sehingga, angka penularan TBC di Kota Tangerang dapat ditekan.

Ia menjelaskan, untuk di Kota Tangerang, kunci keberhasilan yang pemerintah lakukan yaitu dengan adanya pelaksanaan skrining TBC secara mandiri melalui Aplikasi Ransel TBC https://ranseltbc.tangerangkota.go.id/ yang bertujuan untuk memperluas jangkauan deteksi dini, 104 Kelurahan Siaga TBC, memperkuat fasilitas kesehatan dengan layanan X-ray portable di puskesmas dan pelaksanaan skrining dan pengobatan bagi orang yang kontak erat pasien TBC secara rutin.

Selain itu, lanjut Dini, pemerintah Kota Tangerang juga memiliki RSUD dalam penanganan TBC Resisten Obat (TBC-RO), inisiasi pengobatan pasien TBC-RO di 13 puskesmas agar akses pengobatan TBC-RO lebih cepat, tepat dan terpantau.

“Kami memiliki 1.000 Kader Asmara TBC yang siap memberikan pendampingan emosional, sosial dan informasi bagi pasien TBC selama proses pengobatan yang cukup panjang,” ucapnya. (dini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top