Musim Hujan Picu Kerusakan Jalan, Pemkot Tangerang Siapkan Rekonstruksi Permanen

Kobennews.id- Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mulai memetakan dan menangani sejumlah ruas jalan yang mengalami kerusakan akibat cuaca ekstrem dan tingginya intensitas hujan dalam beberapa pekan terakhir.

​Kepala Dinas PUPR Kota Tangerang, Taufik, menyatakan bahwa kerusakan terjadi di berbagai tingkatan, mulai dari jalan kota, jalan provinsi, hingga jalan nasional. Menurutnya, kombinasi hujan terus-menerus dan kapasitas drainase yang tidak mampu menampung debit air menjadi penyebab utama aspal mudah terkelupas dan berlubang.

​Guna mengantisipasi kecelakaan dan menjaga kelancaran lalu lintas, Dinas PUPR saat ini menerapkan tiga metode penambalan jalan sementara yaitu

​penggunaan Cold Mix atau aspal dingin, digunakan untuk penanganan cepat di titik-titik tertentu. 

Kedua pemasangan Paving Block, metode ini dipilih karena lebih tahan terhadap genangan air dibandingkan aspal biasa saat cuaca masih hujan dan penambalan aspal biasa tetap dilakukan meski diakui kurang bertahan lama jika terus diguyur hujan.

​”Penanganan darurat seperti paving block memang butuh waktu lebih lama karena harus ada proses patching dan leveling agar tidak membahayakan pengendara, namun ini lebih efektif saat ini,” ujar Taufik.

​Taufik menjelaskan bahwa pihaknya telah menganggarkan dana untuk rekonstruksi jalan secara menyeluruh di tahun anggaran 2026. Beberapa ruas jalan yang menjadi prioritas karena sering dikeluhkan masyarakat antara lain Jalan M.H. Thamrin, Jalan Imam Bonjol, dan jalan di wilayah Benda.

​”Saat ini kita dalam tahap perencanaan, mulai dari survei, pengukuran, hingga pembuatan RAB dan spesifikasi teknis. Targetnya, begitu proses lelang selesai dan musim hujan mereda, pekerjaan fisik permanen bisa langsung dimulai,” tambahnya.

​Terkait kerusakan di jalan nasional dan provinsi, Pemkot Tangerang terus melakukan koordinasi intensif dengan pihak berwenang terkait yaitu BPJN dan Pemerintah Provinsi. Meskipun ada pembagian kewenangan secara administrasi, Taufik menegaskan bahwa koordinasi di lapangan tetap berjalan demi merespons keluhan masyarakat dengan cepat.

Taufik mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati saat berkendara di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu. “Kami berupaya maksimal hadir di lapangan, namun kami juga memohon pengertian masyarakat karena mobilisasi alat dan material terkadang terkendala kemacetan dan cuaca hujan,” pungkasnya.(adit)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top