kobennews.id- Kebiasaan duduk dalam jangka waktu yang lama, sering dilakukan oleh orang-orang yang bekerja kantoran. Dibalik nyamannya duduk di kursi selama 6-8 jam, ternyata ada bahaya mengintai tubuh yang perlu kita waspadai.
Dokter Spesialis Kedokteran Okupasi Rumah Sakit Dinda dr. Arrayanthi Bratakusuma, MKK, Sp.Ok mengungkapkan duduk terlalu lama di tambah di depan komputer, termasuk dalam gaya hidup kurang bergerak atau kurang aktif. Jika dilakukan dalam waktu lama, akan mempengaruhi kemampuan tubuh dalam mengatur gula darah, tekanan darah, memperlambat kerja metabolisme dan penguraian lemak tubuh.
Ia menambahkan atas dasar inilah duduk terlalu lama di tempat kerja dapat menimbulkan risiko kesehatan serius. Seperti nyeri punggung dan leher, bahu dan kaki peningkatan risiko obesitas dan diabetes tipe 2, masalah peredaran darah seperti trombosis vena dalam (penggumpalan darah), hingga penyakit jantung dan potensi depresi atau stres.
“Kenapa bisa obesitas dan diabetes. Karena saat kita duduk dan didepan komputer berjam-jam, terkadang kita selingi dengan ngemil makanan atau minuman manis ditambah kurang gerak. Sehingga, aliran darah tersumbat dan bisa mengakibatkan gangguan jantung dan ginjal,” katanya.

Ia mengaku, tidak ada aturan pasti tentang berapa lama waktu duduk yang dikatakan terlalu lama. Namun, bila pekerjaan masyarakat sebagian besar dilakukan dalam posisi duduk, ada baiknya untuk mengurangi intensitasnya. Seperti istirahat dari posisi duduk setiap 30 menit sekali, di waktu ini Anda bisa berdiri, berjalan atau melakukan peregangan ringan. Selain itu, alihkan pandangan mata sejauh 6 meter selama 20 menit untuk merenggangkan otot mata.
Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Tangerang Rosidah mengaku pentingnya peregangan tubuh di sela-sela waktu kerja, bahkan pihaknya sudah memberi himbauan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan perusahaan agar meluangkan waktu untuk peregangan.
“Gerakan peregangan sederhana dapat dilakukan setiap 1-2 jam, termasuk mmutar leher, bahu, pergelangan tangan, kaki dan menjaga postur tubuh yang baik,” tutupnya. (Dini)
