Program PMT DAU 2025 di Kelurahan Poris Plawad Dampingi 45 Balita Lewat Pemantauan Berat Badan

Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) 2025 di Kelurahan Poris Plawad Kota Tangerang mulai berjalan sejak 11 November 2025. Kegiatan ini dibagi menjadi dua sesi, yaitu 11 – 24 November dan 27 November – 10 Desember. Tahun ini, total 45 balita dari enam posyandu yang dibagi menjadi tiga lokus mengikuti program tersebut. Program tersebut dibiayai oleh Dana Alokasi Umum (DAU), salah satu program pemberdayaan masyarakat di tingkat kelurahan.

 Sekretaris PMT DAU 2025 Medya Dewi Damayanti menjelaskan, sasaran PMT mencakup balita wasting, balita underweight, serta balita dengan berat badan tetap. Fokus kegiatan ini adalah pemantauan kenaikan berat badan dan pendampingan perkembangan anak. “Pendampingan diarahkan pada peningkatan kualitas asupan gizi melalui pemenuhan protein hewani, nabati, buah, dan mineral”, ujarnya. Fokus program tidak hanya pada kenaikan berat badan, tetapi juga memastikan perkembangan anak sesuai dengan tahapan usianya.

Setiap hari, kegiatan diawali dengan absensi dan dilanjutkan dengan layanan pemantauan tumbuh kembang, seperti penimbangan, pengukuran tinggi badan, pengukuran lingkar lengan atas, dan lingkar kepala. Selain itu, terdapat pemeriksaan kebersihan dasar seperti kondisi kuku lalu senam bersama, doa bersama, serta kegiatan makan bersama. Pembiasaan cuci tangan sebelum makan menjadi bagian penting dalam membentuk perilaku hidup bersih dan sehat. Untuk penyuluhan tetap diberikan setiap hari dengan tambahan permainan edukasi agar anak tetap aktif dan nyaman.

Program ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari penanggung jawab kegiatan, kasi kemas kelurahan, ahli gizi puskesmas, hingga POKMAS yang bertugas menyiapkan administrasi serta dokumentasi. Jumlah kader pendamping disesuaikan dengan jumlah balita di tiap posyandu. Posyandu Merpati, misalnya, memiliki 13 balita dengan tiga kader pendamping. Posyandu Belibis memiliki enam balita dengan satu kader, sementara Posyandu Nuri memiliki 26 balita dengan lima kader pendamping.

Sejauh ini, sejumlah balita menunjukkan perkembangan positif melalui peningkatan berat badan. Sementara balita yang belum menunjukkan perubahan signifikan tetap mendapat pendampingan intensif melalui edukasi kepada orang tua. Pemantauan juga dilakukan di rumah melalui laporan harian orang tua via grup WhatsApp mengenai konsumsi makanan anak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top