Ragam Inovasi Teknologi Disajikan dalam OMI 2025

Kemeriahan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2025 yang dilaksanakan di Kota Tangerang kian terasa. Para peserta yang terdiri dari siswa-siswi madrasah se-Indonesia unjuk kebolehan menyampaikan inovasinya di bidang riset dan teknologi.

Salah satu inovasi yang menarik perhatian datang dari Kudus, Jawa Tengah. Kelompok asal MTs Tahfidh Putri Yanbu’ul Qur’an 2 Muria Kudus yang digawangi oleh Maida Austin, Alayya Prameswari, dan Kamaa Lu’lu’ menggagas “COHAZ: Inovasi Barcode Android untuk Deteksi Halal dan Gizi”.

Alayya mencontohkan COHAZ berfungsi dengan menggunakan aplikasi berbasis android untuk memindai barcode kandungan gizi yang ada di balik kemasan makanan ringan. Nantinya, aplikasi dapat menampilkan status gizi dan kehalalan produk tersebut.

COHAZ juga dapat menampilkan rekap kandungan gizi dalam kandungan makanan tersebut. Aplikasi ini mampu mendeteksi apabila makanan yang dipindai memiliki kadar gula atau garam yang tinggi dan memberikan pesan peringatan. Selain itu, ia juga dilengkapi fitur untuk menentukan status IMT dari pengguna.

Pembimbing Riset Mumpuni Sumiwi berharap, inovasi ini bisa memacu peserta didiknya menuju ajang selanjut. “Supaya mereka juga bisa berkembang,” tuturnya. Ia menilai inovasi yang dibawa dalam OMI menegaskan bahwa peserta didik di pondok ataupun madrasah mampu menguasai ilmu agama dan teknologi.

Inovasi lain ditunjukan oleh kelompok asal MAN Insan Cendekia OKI, Sumatera Selatan yang menggagas “Proxy”, robot yang mampu melakukan pemilahan sampah otomatis. Robot ini merupakan buah karya Attha Laudza Hibrizi dan Muhammad Taufiq Kurahman.

Attha mencontohkan, robot ini dilengkapi dengan sensor yang mampu membedakan sampah berdasarkan jenis dan berat badannya. “Selain itu di bagian atas kami juga melengkapi sensor untuk membuka penutup robot secara otomatis,” jelas Attha.

Robot ini memilah sampah anorganik dan memasukkannya ke bagian penampungan yang ada di bagian bawah robot. Sementara itu, sampah organik dipisahkan ke dalam pencacah yang nantinya akan memproses sampah menjadi pupuk organik.

Tidak hanya itu, Expo Madrasah Nasional menyajikan sederet inovasi lainnya yang tidak kalah menarik seperti inovasi ”Smart Pillow” karya Fathir Mohammad Ikhsan dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Sukabumi yang menciptakan bantal pintar berbasis IOT dan AI untuk membantu kualitas tidur penderita insomnia, dan inovasi ”Fisher-SOS” karya Madrasah Tsanawiyah (MTs) Abadiyah Pati yang membuat alat komunikasi darurat nelayan berbasis GNSS dan LoRa yang terintegrasi dengan IOT. (Luigi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top