Transformasi Kampung Urang Baraya

Kampung Urang Baraya yang terletak di Kelurahan Pabuaran Tumpeng terus melakukan transformasi. Dibangun pada 2019 lalu, kini Kampung Urang Baraya telah menambah beragam fasilitas seperti KWT, kolam ikan, dan yang terbaru sedang merencanakan pembangunan kafe di Urang Baraya.

Ketua RW 01 sekaligus Ketua Kampung Urang Baraya Mukhamad Harissudin menyebut, awalnya lahan Urang Baraya merupakan tempat pembuangan sampah yang tidak terawat. “Saat COVID-19 kami bersama warga gotong-royong merapikan lahan dan membangun kolam ikan di sini,” tuturnya saat ditemui, Jumat (1/8/2025).

Haris menyebut, penamaan “Urang Baraya” didasari semangat kekeluargaan orang-orang terdahulu. Urang Baraya berasal dari bahasa sunda, yang bisa diartikan sebagai saudara atau kerabat. Haris merasa, dewasa ini nilai kekerabatan antarwarga sudah mulai berkurang, sehingga ia pun berharap pembangunan Kampung Urang Baraya bisa meningkatkan kekerabatan antarwarganya. “Minimal kita kenal warga di 1 RW, kiri kanan depan belakang, baru berlanjut ke satu kelurahan, dan seterusnya,” sebutnya.

Hasilnya mujarab. Berkat kerja sama warga, Kampung Urang Baraya berhasil mengembangkan produk unggulan berupa ikan lele, kue, ataupun nila baik ikan segar maupun olahan ikan beku. Kampung Urang Baraya juga menjadi wadah bagi pelaku UMKM sekitar untuk memasarkan produk-produknya.

Sekretaris Kelurahan Pabuaran Tumpeng Andi Roahendi mengakui, peran serta Kampung Urang Baraya dalam pengembangan masyarakat di wilayahnya. “Mereka aktif berpartisipasi dalam upaya ketahanan pangan,” ujarnya saat ditemui, Senin (4/8/2025).

Rohaendi menyebut, pihak kelurahan selalu mendorong agar inisiatif masyarakat bisa terus berbuah seperti di Kampung Urang Baraya. “Ke depan, kami juga berharap agar wilayah lain bisa mencontoh dari Urang Baraya agar kebutuhan pangan masyarakat bisa terpenuhi,” ujarnya. (Luigi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top