Waspada Leptospirosis di Musim Hujan

Kobennews.id – Memasuki puncak musim penghujan di awal tahun 2026, masyarakat dihimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit Leptospirosis. 

Kondisi lingkungan yang basah dan banjir inilah yang menjadi sarana utama penyebaran bakteri Leptospira dari urine tikus ke lingkungan manusia. Penyakit yang sering dikaitkan dengan genangan air dan populasi tikus ini dapat berakibat fatal jika tidak ditangani dengan cepat.

Menurut dr. Putri Mutiara Sari, dokter umum di RS Sari Asih Cipondoh, pemahaman masyarakat mengenai cara penularan sangat penting, terutama saat curah hujan sedang tinggi seperti sekarang.

Leptospirosis adalah penyakit infeksi zoonosis yang ditularkan dari hewan ke manusia. 

“Penularan utama terjadi melalui kontak kulit dengan air atau tanah yang telah tercemar urine hewan pembawa bakteri, paling sering adalah tikus,” jelas dr. Putri.

Banyak orang mengira gejalanya hanya flu biasa atau demam biasa. Namun gejala penyakit ini bisa muncul 1–2 minggu setelah terpapar bakteri leptospira. Dr Putri menekankan beberapa tanda khas yaitu

1. Demam Tinggi Mendadak: Disertai menggigil dan sakit kepala hebat.

2. Nyeri Otot Khas: Terutama pada bagian betis, punggung, dan pinggang.

3. Mata Merah: Mata memerah tanpa disertai kotoran mata (belekan).

4. Komplikasi Berat: Jika terlambat ditangani, dapat menyebabkan mata kuning (jaundice), gagal ginjal, hingga perdarahan paru.

Mengingat curah hujan yang diprediksi masih tinggi hingga akhir Januari, menurut dr. Putri Mutiara Sari, berikut langkah praktis pencegahannya:

• Gunakan Alat Pelindung Diri (APD): pakai sarung tangan dan sepatu boots jika harus melewati genangan air atau membersihkan saluran air.

• Tutup Luka: Bakteri masuk melalui luka sekecil apa pun. Tutup luka dengan plester kedap air.

• Kebersihan Diri: Segera cuci tangan dan kaki dengan sabun setelah kontak dengan genangan banjir.

• Basmi Tikus: Jaga kebersihan rumah agar tidak menjadi sarang tikus dengan menutup akses masuk dan mengelola sampah dengan benar.

Dokter Putri menyarankan agar masyarakat segera memeriksakan diri jika mengalami demam tinggi dan nyeri otot setelah terpapar air banjir. 

“Diagnosis dini dan pemberian antibiotik yang tepat sangat krusial untuk mencegah komplikasi organ dalam,” tutupnya.(adit)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top