Seni Berkomunikasi dengan Anak Melalui Teknik NLP

kobennews.id- Sebagai orang tua, pasti pernah merasa kesulitan saat berkomunikasi dan memahami anak. Namun tahukan Anda, teknik Neuro Linguistic Programming (NLP) dapat membantu orang tua berkomunikasi dengan baik dengan anak.

Praktisi NLP Putri Marselia Sari mengatakan NLP merupakan teknik pendekatan yang berfokus pada hubungan antara bahasa, pikiran dan perilaku. Namun dalam konteks parenting, NLP dapat menjadi alat yang sangat berguna untuk memahami dan meningkatkan interaksi antara orang tua dan anak.

Ia menjelaskan, memahami seni komunikasi dengan anak menggunakan teknik NLP bisa dilakukan dengan membangun hubungan baik (rapport) yaitu menggunakan teknik pencerminan dan pencocokan, orang dewasa dapat menciptakan rasa koneksi dan kepercayaan dengan anak-anak. Sehingga, anak merasa dipahami dan dihargai.

Lanjutnya, teknik penguatan positif dengan cara mendorong penggunaan bahasa dan penguatan positif yang dapat membantu anak mengembangkan cira diri dan pandangan. Teknik pembingkaian ulang membantu anak melihat tantangan, mengurangi kecemasan dan menumbuhkan ketahanan. Teknik penjangkaran melibatkan pengaitan perasaan dengan pemicu atau tindakan tertentu, yang membantu anak dalam mengelola emosi. Serta teknik visualisasi yang dapat membantu anak mencapai tujuan dan kepercayaan diri.

“Teknik-teknik ini dapat membantu orang tua menciptakan koneksi lebih kuat, memahami kebutuhan anak di balik perilaku mereka dan membimbing mereka menghadapi tantangan secara lebih positif,” katanya.

Menurutnya, memasukkan teknik NLP ke dalam psikolog dan komuniasi anak sudah menunjukkan manfaat luar biasa bagi anak-anak maupun dewasa. NLP untuk anak-anak dapat meningkatkan kecerdasan emosional, meningkatkan rasa percaya diri dan meningkatkan kemampuan belajar. Sehingga dengan menerapkan keterampilan komunikasi NLP, orang tua dapat menciptakan lingkungan yang lebih suportif dan perkembangan anak.

Jika teknik NLP ini terapkan, ia meyakini banyak dampak yang didapat oleh anak seperti mengembangkan pola pikir yang lebih positif dan tanggung, meningkatkan harga diri, prestasi akademik dan interaksi sosial dengan mengubah persepsi dan keyakinan mereka. Sedangkan untuk orang tua, komunikasi lebih efektif dengan anak, membangun hubungan lebih kuat dan suportif. (Dini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top