Menjemput Gampang Kerja Lewat Pemberdayaan UMKM dan Pelatihan Kerja

KOBENNEWS – Tahun 2026, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang menempatkan pemberdayaan UMKM dan beragam pelatihan kewirausahaan sebagai jantung program prioritas wali kota menjemput Gampang Kerja. 

Ada ibu rumah tangga, pemuda lulusan sekolah menengah, hingga pelaku usaha kecil yang sudah bertahun-tahun bertahan dengan modal terbatas bisa ikut dalam program ini.

Mereka datang dengan harapan yang sama, peluang untuk bekerja, berusaha, dan bertumbuh. Di Kota Tangerang, harapan itu coba dijawab lewat satu gagasan besar bernama Gampang Kerja.

Bukan sekadar slogan, tapi dirancang dengan target dan angka yang terukur. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Tangerang, Yeti Rohaeti, menyebutkan bahwa program ini diarahkan untuk mencetak wirausaha baru sekaligus memperkuat UMKM agar naik kelas.

Upaya itu dimulai dari hulu. Pemerintah menyiapkan bantuan modal usaha bagi 150 orang masyarakat miskin, agar mereka tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi berani memulai usaha sendiri. 

Di saat yang sama, 100 orang tenaga kerja pariwisata difasilitasi mengikuti sertifikasi kompetensi, dan 50 orang praktisi pariwisata dikembangkan kapasitasnya berdasarkan standar SKKNI, agar siap bersaing di sektor jasa yang terus tumbuh.

“Bagi pelaku ekonomi kreatif dan UMKM, pintu penguatan dibuka lebih lebar. Sepanjang 2026, sebanyak 100 orang akan mengikuti pelatihan, bimbingan teknis, serta pendampingan ekonomi kreatif,” ungkap Yeti kepada wartawan. 

Sementara itu, 400 unit usaha mikro ditargetkan mendapatkan pelatihan pengembangan potensi dan kapasitas usaha, dilanjutkan dengan 310 unit usaha yang dibekali pelatihan peningkatan daya saing dan 310 unit usaha lainnya diperkuat melalui program kemitraan.

Tak berhenti pada pelatihan, Dikatakan Yeti, ia juga mendorong legalitas dan nilai tambah produk dengan memfasilitasi sertifikasi HAKI, sebagai langkah perlindungan sekaligus penguatan identitas usaha lokal. 

“Di sisi promosi, 100 UMKM akan difasilitasi mengikuti pameran dalam dan luar kota, sementara 18 pelaku usaha unggulan didorong tampil di ajang promosi perdagangan tingkat nasional hingga internasional,” paparnya. 

Langkah hilirnya pun disiapkan. Melalui misi dagang produk ekspor unggulan, UMKM Tangerang tidak hanya dikenalkan di pasar lokal, tetapi juga diarahkan menembus pasar yang lebih luas.

Kesadaran masyarakat pun dibangun melalui Gerakan Cinta Produk UMKM Lokal, yang menyasar 150 orang peserta, sebagai penggerak konsumsi produk daerah.

“Bagi Pemkot Tangerang, Gampang Kerja bukan hanya soal membuka lowongan, tetapi membangun ekosistem. Dari peningkatan keterampilan, penguatan usaha, hingga perluasan pasar, semuanya dirangkai agar masyarakat punya pilihan: bekerja atau berwirausaha dengan pijakan yang lebih kokoh,” pungkasnya. (Panji)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top