KOBENNEWS – Wilayah Tangerang Raya yang meliputi Kota Tangerang, Tangerang Selatan dan Kabupaten Tangerang menjadi wilayah yang paling berdampak akibat tingginya curah hujan dalam sepekan terakhir hingga terjadi genangan di sejumlah titik di tiga lokasi tersebut.
Sehingga, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten megambil inisiasi melaksanakan rapat koordinasi (rakor) terbatas yang juga melibatkan organisasi vertikal lain untuk mencari solusi penanganan banjir di wilayah aglomerasi tersebut.
Wali Kota Tangerang H. Sachrudin, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah kolaboratif penanganan banjir di Tangerang Raya yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten.
Upaya ini dalam rangka antisipasi dan mitigasi banjir, khususnya di wilayah Kota Tangerang.
“Alhamdulillah, setelah Pak Gubernur meninjau langsung kondisi genangan di wilayah Periuk yang disebabkan oleh luapan Kali Ledug dan Sungai Cirarab, dalam rakor tadi disepakati bahwa Kali Cirarab akan dinormalisasi,”
“Saat ini telah terjadi penyempitan dan pendangkalan yang luar biasa, dari lebar sekitar 15 meter menjadi hanya 3 hingga 8 meter,” ungkap Sachrudin, Senin 26/1/2026.
Sachrudin menambahkan, normalisasi Sungai Cirarab diyakini akan memperlancar aliran Kali Ledug sehingga mampu mengurangi genangan dan banjir secara signifikan di wilayah Periuk.
“Jika normalisasi dilakukan, saya optimistis aliran air akan jauh lebih lancar dan dampaknya, genangan maupun banjir di Periuk dapat berkurang secara signifikan,” ujarnya.
Sementara Gubernur Banten Andra Soni menegaskan, pihaknya bersama Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWS Ciliwung Cisadane) sepakat untuk melaksanakan normalisasi Sungai Cirarab, yang melintasi wilayah Kota dan Kabupaten Tangerang.
“Sungai Cirarab mengalami pendangkalan dan penyempitan. Kondisi ini terlihat jelas di lapangan,” jelas Andra Soni.
Gubernur, juga menegaskan pentingnya koordinasi lintas sektor, termasuk dengan kepala daerah dan Kantor Wilayah Pertanahan. “Karena dari pantauan yang kami lakukan banyak bangunan yang berdiri tidak semestinya di bantaran sungai,” singkatnya.
Selain itu, meski telah ditetapkan upaya-upaya strategis jangka panjang penanggulangan banjir yang melibatkan Pemprov Banten dan Pemda Tangerang Raya yang akan dimulai tahun 2026 ini.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang, Mahdiar menyatakan wilayahnya masih berstatus waspada terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat hingga Februari 2026.
Data tersebut bedasarkan peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi cuaca ekstrem hidrometeorologi.
“Meskipun banjir di sejumlah wilayah telah dilaporkan surut, potensi hujan lebat masih perlu diwaspadai. Petugas BPBD tetap disiagakan selama 24 jam dengan sistem piket bergantian sesuai arahan Wali Kota Tangerang,” pungkasnya. (Panji)
