Bank Sampah Induk Kota Tangerang Perkuat Edukasi Pemilahan Sampah Bernilai Ekonomi

Bank Sampah Induk (BSI) Kota Tangerang terus memperkuat perannya dalam pengelolaan lingkungan dengan tidak hanya berfokus pada aktivitas jual beli sampah, tetapi juga membina dan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pemilahan sampah yang layak dan memiliki nilai ekonomi tinggi.

Melalui berbagai program pembinaan, masyarakat diajak untuk memahami jenis-jenis sampah yang dapat ditabung serta cara memilah sampah sejak dari sumbernya, yakni rumah tangga. Sampah anorganik seperti plastik, kertas, dan logam dipilah berdasarkan jenis dan kualitas agar memiliki nilai jual yang lebih optimal. Langkah ini menjadi bagian penting dalam mendukung pengurangan sampah serta penerapan ekonomi sirkular di Kota Tangerang.

Ketua Bank Sampah Induk Kota Tangerang, Oktian, menegaskan bahwa bank sampah memiliki peran strategis sebagai sarana edukasi lingkungan bagi masyarakat, bukan sekadar tempat transaksi sampah. “Kami ingin mengubah pola pikir masyarakat bahwa bank sampah bukan hanya soal jual beli. Yang lebih penting adalah bagaimana masyarakat bisa memilah dan mengelola sampahnya dengan benar sejak dari rumah,” ujar Oktian.

Seiring meningkatnya kesadaran tersebut, jumlah masyarakat yang memilih untuk menabung di bank sampah terus bertambah. Kondisi ini menunjukkan bahwa partisipasi aktif warga dalam pengelolaan sampah semakin baik dan berdampak langsung pada pengurangan sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA). “Semakin banyak mengurangi sampah di sumber, jadi semakin banyak masyarakat mau mengelola sampahnya itu semakin baik. Artinya, pengurangan sampah di sumbernya berjalan dengan baik,” tambah Oktian.

Melihat tren positif ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang bersama Bank Sampah Induk merencanakan pengembangan jaringan bank sampah ke depannya. Rencana tersebut meliputi penambahan jumlah bank sampah unit di lingkungan masyarakat serta kemungkinan pembentukan hub bank sampah yang terintegrasi di bawah koordinasi Bank Sampah Induk.

“Ke depan, rencananya kami bersama DLH di tahun 2026 ini akan memperbanyak bank sampah unit dan membuka peluang pembentukan hub bank sampah dan semoga bisa dapat segera terealisasi. Harapannya,pengelolaan sampah di Kota Tangerang semakin terstruktur, efisien, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top