Fenomena Brain Rot di Balik Layar Gawai

kobennews.id- Pernahkah Anda membuka ponsel untuk memeriksa pesan, lalu tanpa sadar sudah menghabiskan waktu dua jam hanya untuk menggeser (scrolling) video pendek di TikTok atau Instagram Reels? Jika iya, Anda mungkin sedang terjangkit fenomena yang kini populer disebut “Brain Rot” (pembusukan otak).

Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa RS An Nisa Kota Tangerang dr.Nabilah Aulia Hasanuddin, Sp.KJ mengatakan, di konteks modern, brain rot mengacu pada penurunan kondisi mental atau intelektual akibat terlalu sering mengkonsumsi konten berkualitas rendah. Seperti video pendek di TikTok, Instagram Reels atau YouTube Shorts yang ringan, lucu dan menghibur tanpa menuntut proses berpikir mendalam.

Secara harfiah, lanjutnya brain rot tidak membuat otak membusuk secara fisik. Namun, istilah ini merujuk pada kondisi di mana kemampuan fokus, konsentrasi, dan daya ingat seseorang menurun drastis akibat terlalu sering terpapar konten kilat yang acak, absurd dan minim substansi.

Sebab, menurutnya, kecanduan ini dipicu oleh sistem dopamin otak. Di mana, setiap kali melakukan scroll dan menemukan video baru yang menarik, otak mendapat “suntikan” dopamin instan. Sehingga alih-alih merasa terhibur, justru merasa lelah secara mental, sulit fokus dan pikiran terasa kosong. Tanpa disadari, kebiasaan ini juga mengganggu kesehatan mental bahkan pola tidur. (Dini)

Tanda-Tanda Anda Mengalami Brain Rot

Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa RS An Nisa Kota Tangerang dr.Nabilah Aulia Hasanuddin, Sp.KJ mengungkapkan, gejala kecanduan ini sering kali tidak disadari. Seperti  merasa gelisah atau bosan saat menonton film berdurasi 2 jam atau membaca buku lebih dari 5 halaman, merasa linglung, sulit fokus pada tugas kuliah atau pekerjaan dan sering lupa apa yang baru saja ingin dilakukan serta merasa cemas, hampa atau gelisah jika tangan tidak memegang ponsel selama 10 menit saja.

Selain itu, lanjutnya, dampak dari fenomena ini bukan main-main. Banyak Gen Z dan Milenial melaporkan bahwa produktivitas mereka menurun drastis. Tugas yang seharusnya selesai dalam satu jam, bisa molor menjadi seharian penuh karena diselingi doomscrolling (aktivitas scrolling berita atau konten negatif/tidak penting tanpa henti) dan merusak pola tidur.

Agar tidak menjadi korban brain rot, coba ubah layar ponsel menjadi abu-abu untuk menurunkan daya tarik visual video pendek secara drastis, batasi penggunaan aplikasi video pendek maksimal 20 menit per sesi dengan memasang app timer dan ganti aktivitas scrolling dengan kegiatan fisik yang memicu dopamin secara alami, seperti olahraga, memasak, atau membaca buku fisik,” tutupnya. (Dini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top