Kobennews.id — Pemerintah Kota Tangerang terus bertransformasi mewujudkan konsep smart living yang aman bagi warganya. Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), kini pengawasan dan penanganan kebencanaan dilakukan secara lebih presisi dengan mengintegrasikan teknologi GPS pada armada tempur guna memastikan response time yang cepat dan akurat di tengah ancaman cuaca ekstrem.
Kepala BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, mengungkapkan bahwa langkah ini merupakan bagian dari optimalisasi Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) dalam menyikapi dinamika cuaca di awal tahun. Menurutnya, integrasi teknologi ke dalam sistem operasional bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan untuk menjamin keselamatan warga.
Sebagai langkah strategis, BPBD telah memperkuat struktur pemantauan dengan menunjuk tim khusus. Tim ini bertugas memastikan alur informasi dari hulu ke hilir berjalan tanpa hambatan, sehingga setiap potensi bencana dapat dimitigasi lebih awal.
“Menyikapi cuaca ekstrem yang ada saat ini, kami senantiasa mempersiapkan semua komponen pendukung, termasuk melakukan optimalisasi peran Pusdalops. Pada awal tahun ini, kami bahkan menugaskan dua orang personel khusus untuk merekap, menyusun, serta menginformasikan langkah-langkah penanganan yang harus dilakukan,” ujar Mahdiar saat ditemui di kantornya.
Salah satu terobosan yang menonjol dalam penerapan smart living ini adalah pemasangan sistem GPS pada unit-unit kendaraan terbaru. Teknologi ini memungkinkan pergerakan personel terpantau secara real-time, mulai dari markas hingga tiba di titik lokasi kejadian.
Mahdiar menjelaskan bahwa sistem koordinasi saat ini merupakan gabungan antara laporan masyarakat dan pantauan langsung lapangan. Dengan adanya GPS, manajemen BPBD dapat melakukan evaluasi kinerja secara lebih objektif.
“Saat ini, kami telah mengoperasikan unit tempur yang dapat terdeteksi pergerakannya, mulai dari keberangkatan hingga sampai di lokasi kejadian. Dengan adanya GPS, kami dapat memantau secara akurat seberapa cepat personel merespons laporan dan memastikan apakah mereka sudah tiba di lokasi kejadian atau belum,” jelas Mahdiar.
Sejauh ini, keberadaan unit-unit tempur baru yang dilengkapi fasilitas memadai tersebut terbukti meningkatkan efisiensi waktu penanganan di lapangan. Mahdiar menegaskan bahwa tidak ada kendala berarti yang ditemui dalam implementasi teknologi ini karena didukung oleh fasilitas yang sangat mumpuni.
Ke depan, BPBD Kota Tangerang berkomitmen untuk melakukan digitalisasi pada seluruh aset operasionalnya. “Rencananya, ke depan kami akan melengkapi seluruh unit kendaraan dengan teknologi ini. Hal ini sangat mendukung kelancaran operasional kami di lapangan,” pungkasnya. Fajrin
