Kobennews – Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi PDI Perjuangan, Marinus Gea, menekankan pentingnya menghidupkan kembali nilai-nilai Pancasila dalam momentum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI).
Pesan tersebut ditegaskan Marinus saat menghadiri kegiatan penguatan relawan Gerakan Kebajikan Pancasila yang digelar di salah satu hotel di kawasan Cipondoh, Kota Tangerang, Jumat (21/8/2026).
Kegiatan ini diikuti sedikitnya 300 peserta yang terdiri dari pelbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat, tokoh pemuda, orang tua, kelompok emak-emak, hingga kalangan remaja.
Marinus mengingatkan kembali perjalanan sejarah pendirian bangsa sejak Proklamasi 17 Agustus 1945.
Menurutnya, Indonesia memilih fondasi yang berbeda dibanding bangsa-bangsa lain di dunia.
”Indonesia tidak dibangun di atas kesamaan suku, agama, maupun bahasa daerah. Indonesia dibangun di atas kesepakatan luhur yang disebut Pancasila,” ujar Marinus Gea.
Ia melanjutkan, pengamalan ideologi tersebut harus diwujudkan dalam tindakan konkrit di tengah kehidupan sosial. Ukuran keberhasilan ideologi negara tidak berhenti pada hafalan semata.
”Kebajikan Pancasila adalah perwujudan nilai-nilai Pancasila dalam tindakan nyata, perilaku sehari-hari, cara kita memimpin, melayani, dan memperlakukan sesama manusia,” tegasnya.
”Ukuran keberhasilan Pancasila bukanlah seberapa banyak orang menghafal lima sila, melainkan seberapa banyak nilai lima sila itu hidup dalam kehidupan bangsa,” tambah Marinus.
Lebih jauh, Marinus menegaskan status serta prinsip dasar wadah relawan yang hadir dalam forum tersebut. Gerakan ini diarahkan murni sebagai aksi moral, bukan alat politik pragmatis.
“Relawan Kebajikan Pancasila bukan organisasi yang dibangun untuk kepentingan politik elektoral maupun kelompok tertentu. Ini adalah gerakan moral kebangsaan,” kata Marinus.
”Mereka adalah orang-orang yang percaya bahwa perubahan bangsa tidak selalu dimulai dari kekuasaan, melainkan sering kali dimulai dari keteladanan,” tandasnya.
Marinus mengajak seluruh relawan untuk menjadi contoh di lingkungan terdekat masing-masing demi menghadapi tantangan global.
”Harus dimulai dari diri sendiri, keluarga, dan tetangga terdekat untuk menumbuhkan sikap empati dan simpati berdasarkan kebajikan yang dituangkan di lima sila Pancasila,” imbaunya.
Agenda penguatan relawan ini turut menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Direktur Pelaksana Pendidikan dan Pelatihan BPIP Dr. Toto Purbiyanto, akademisi Universitas Buddhi Dharma (UBD) Dr. Serius Zebua, serta Dosen Universitas Paramadina Didik Hariyanto, dengan moderator Shenny Ayunuri Beata Sitinjak.
Dalam pemaparannya, Dr. Toto Purbiyanto menilai metode diskusi interaktif dan penggunaan media digital menjadi langkah efektif untuk menanamkan pemahaman Pancasila kepada masyarakat saat ini.
”Kami mencoba menyampaikan Pancasila tidak harus menyebutkannya secara eksplisit. Pesan moral dan nilai kebangsaan bisa disampaikan secara natural lewat berbagai platform digital dan konten kreatif yang dekat dengan keseharian masyarakat,” terang Toto. (Panji)
