Kisah Ruang Semesta Merawat Hangat

Aroma seduhan kopi hangat menyelimuti area dalam ruangan yang tenang, diiringi uap tipis yang menyusup pelan dari celah pintu kaca setengah terbuka.

Tersembunyi di kawasan Cipondoh, Kota Tangerang, kedai mungil bertajuk Ruang Semesta Coffee menawarkan tempat singgah bagi siapa saja yang merindukan suasana rehat personal jauh dari hiruk-pikuk kota.

Kedai ini dilahirkan oleh pasangan suami istri, Matahari Semesta dan Ismaniar Nur Fajriah.

Usai belasan tahun berkarier di dunia korporat, keduanya memutuskan mundur dan memberanikan diri membangun usaha kuliner berbasis kecintaan mereka terhadap kultur kopi sejak pertengahan Oktober 2025.

Penamaan “Ruang Semesta” sendiri diambil secara intuitif. Kata “Ruang” merepresentasikan tempat usaha mereka yang memanfaatkan satu ruangan sederhana, sementara “Semesta” diserap langsung dari nama tengah sang pemilik.

Mulanya, kedai ini beroperasi dengan konsep coffee to-go yang memfokuskan penjualan secara cepat.

Namun semenjak datang banyaknya masukan dari pengunjung yang ingin bersantai lebih lama, Matahari memutuskan merombak konsep tempatnya menjadi lebih nyaman.

Perubahan strategi tata ruang ini pun sukses mendongkrak omzet usaha hingga 40 persen.

“Awalnya kami cuma sediakan kursi buat menunggu pesanan. Tapi setelah mendengar masukan pelanggan dan mengubah konsep jadi tempat istirahat yang nyaman, respons masyarakat justru jauh lebih hidup,” ujar Matahari.

Penyesuaian tata ruang yang fleksibel tersebut membuktikan kepekaan sang pemilik dalam merawat hubungan dengan pelanggannya.

Ruang Semesta kini sukses bertransformasi menjadi ruang singgah yang hangat dan inklusif.

Langkah penyesuaian yang dilakukan Ruang Semesta tak berhenti pada tatanan tempat, melainkan merambah hingga racikan sajian.

Berangkat tanpa latar belakang industri kopi, Matahari mempelajari teknik brewing dan formulasi menu secara otodidak lewat diskusi intensif bersama rekan-rekan barista di Kota Tangerang, Jakarta Timur, hingga kawasan lainnya.

Proses riset dan pengembangan dilakukan secara bertahap hingga menemukan karakter rasa yang pas.

Ruang Semesta kini memfokuskan sajian utamanya pada metode manual brew seperti V60 menggunakan biji kopi pilihan, di samping tetap mempertahankan lini espresso-based favorit pengunjung.

Untuk varian signature menu miliknya, Ruang Semesta mengandalkan Kopi Semesta, perpaduan eksotis antara seduhan kopi susu dan gula aren yang creamy.

Selain itu, opsi Melodi Jasmine khas racikan rumah serta aneka sajian minuman non-kopi lainnya juga tak boleh terlewatkan.

Setiap cangkir minuman dipatok dengan harga yang sangat terjangkau, berkisar antara Rp16 ribu hingga Rp33 ribu.

Sebagai pendamping ngopi, pengunjung juga dapat menikmati aneka kudapan ringan titipan pelaku UMKM sekitar, seperti cookies dan keripik olahan.

“Kami banyak belajar dari masukan pelanggan. Lewat racikan manual brew dan signature kopi kacang ini, kami ingin menyajikan karakter rasa otentik yang membuat orang selalu ingin kembali,” tutur Matahari.

Ruang Semesta Coffee berlokasi di Gang TK Aisyiyah, Petir, Cipondoh, Kota Tangerang, dan beroperasi setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 21.00 WIB.

Bagi pelanggan sekitar, kedai ini juga melayani pesan-antar langsung serta pesanan khusus untuk kebutuhan perkantoran. (Gea Aulia Putri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top