kobennews. id- Dinas Kesehatan mengakui kasus campak di Kota Tangerang mengalami kenaikan sejak akhir tahun 2025 hingga awal tahun 2026. Dinas Kesehatan mencatat 2.691 pasien suspek campak berasal dari Kota Tangerang maupun luar Kota Tangerang .
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang dr. Dini Anggraeni mengaku, angka tersebut bisa terus meningkat seiring penyelidikan epidemiologi kasus campak yang dilakukan 39 puskesmas secara door to door.
Ia mengaku, lonjakan kasus campak tahun ini lebih tinggi dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya. Peningkatan ini disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya kondisi cuaca kelengkapan dan pemerataan imunisasi campak. Sehingga, kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah untuk segera melakukan langkah pengendalian. (Dini)
Implementasikan Imunisasi Kejar Serentak Campak
Sebagai upaya pengendalian kasus campak di Kota Tangerang, Dinas Kesehatan Kota Tangerang akan mengimplementasikan Imunisasi Kejar Serentak Campak. Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang dr. Dini Anggraeni mengatakan, pada program ini akan dilakukan penguatan pemantauan dan surveilans kesehatan guna memastikan sistem pemantauan campak berjalan optimal.
Selain itu, ia menambahkan, Dinas Kesehatan akan melakukan pemetaan sasaran imunisasi dan perencanaan kebutuhan logistik untuk seluruh wilayah Kota Tangerang, melakukan pengamatan cakupan imunisasi melalui Pemantauan Wilayah Setempat (PWS), supervise suportif dan survei cepat komunitas.
Sedangkan untuk puskesmas, lanjutnya, sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan, menyusun microplanning sasaran IKS serta melakukan pelacakan sasaran guna mencegah terjadinya anak yang belum mendapatkan imunisasi.
Selain pelayanan imunisasi, ia menambahkan, puskesmas memiliki garda terdepan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, memberikan pemahaman dan partisipasi masyarakat dalam mendukung program imunisasi. (Dini)
