KOBENNEWS – Tahun 2026 diproyeksikan menjadi fase baru pembangunan di Kota Tangerang, di mana pemerintah daerah tidak lagi bekerja sendiri.
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang mulai mematangkan arah pembangunan dengan strategi kolaboratif, menggandeng pemerintah pusat, provinsi, hingga sektor swasta untuk menghadirkan ruang-ruang publik yang lebih representatif dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Kepala Bappeda Kota Tangerang, Yeti Rohaeti, menegaskan bahwa dengan kapasitas APBD sekitar Rp5,5 triliun, pembangunan kota membutuhkan dukungan lintas sektor agar tetap berjalan optimal dan berkelanjutan.
“Pembangunan ke depan tidak bisa hanya mengandalkan APBD. Kolaborasi adalah kunci, terutama untuk menghadirkan fasilitas publik yang benar-benar dibutuhkan warga,” ujarnya.
Ruang Publik Jadi Titik Temu Kolaborasi
Pendekatan kolaboratif ini mulai diwujudkan dalam sejumlah proyek strategis. Salah satunya revitalisasi Lapangan Ahmad Yani, ruang publik bersejarah yang selama ini kerap mengalami genangan dan kurang nyaman dimanfaatkan warga.
Melalui skema Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL/CSR), proyek ini akan didukung oleh Bank BJB dan ditargetkan mulai menunjukkan progres pada Maret 2026.
Tak hanya itu, penataan kawasan tepian Cisadane juga masuk dalam rencana besar. Bappeda tengah menyiapkan konsep kawasan “Cisadane Premium” yang terintegrasi dengan Pasar Anyar, sehingga sungai tidak lagi menjadi batas kota, melainkan ruang hidup dan interaksi masyarakat.
Dikatakan Yeti, Bappeda menyiapkan “menu” pembangunan yang jelas, mulai dari titik lokasi, kebutuhan fisik, hingga manfaat sosial—agar perusahaan yang terlibat dapat langsung menyalurkan kontribusinya secara tepat sasaran.
“Kami sudah berdiskusi dengan beberapa mitra seperti AirNav dan Mayora. Prinsipnya, konsep dari pemerintah, pelaksanaan bersama. Dengan begitu, hasilnya bisa langsung dirasakan masyarakat luas,” jelas Yeti.
Pendidikan hingga Ruang Sosial Terbuka
Kolaborasi juga merambah sektor pendidikan melalui gagasan program “orang tua asuh”.
Perusahaan-perusahaan di Kota Tangerang diajak berkontribusi membantu pembiayaan kuliah masyarakat kurang mampu, sebagai percepatan target program “Satu Rumah Satu Sarjana”.
Melalui pendekatan ini, pembangunan Kota Tangerang pada 2026 tidak hanya berorientasi pada infrastruktur fisik. “Tetapi juga pada penciptaan ruang publik, ruang sosial, dan ruang tumbuh bagi generasi masa depan,” pungkasnya. (Panji)
