KOBENNEWS – Pemerintah Kota Tangerang memastikan arah pembangunan infrastruktur tahun 2026 akan sepenuhnya bertumpu pada hasil penyerapan aspirasi dan usulan masyarakat yang dihimpun melalui berbagai forum perencanaan pembangunan.
Fokus tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas mobilitas, keselamatan lingkungan, hingga pengendalian banjir di wilayah perkotaan.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Tangerang, Yeti Rohaeti, menegaskan bahwa kebijakan pembangunan infrastruktur tahun depan tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik semata, tetapi juga menjawab kebutuhan riil masyarakat di lapangan.
“Pembangunan infrastruktur 2026 merupakan hasil dari penyerapan aspirasi masyarakat, baik melalui musrenbang, reses, maupun pengaduan yang masuk. Ini menjadi dasar utama perencanaan,” ujar Yeti.
Di sektor konektivitas dan transportasi, Pemkot Tangerang menargetkan pembangunan 8 ruas jalan kota, disertai rekonstruksi jalan di 42 ruas serta peningkatan jalan lingkungan pada 154 ruas.
Selain itu, pemeliharaan jalan akan dilakukan sepanjang 3,85 kilometer guna menjaga kualitas jalan yang telah dibangun sebelumnya.
Upaya peningkatan mobilitas juga mencakup pembangunan dan peningkatan jembatan.
Pada 2026, Pemkot merencanakan pembangunan 7 unit jembatan baru serta peningkatan kapasitas 13 unit jembatan yang dinilai krusial untuk mendukung arus lalu lintas antarkawasan.
“Ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kenyamanan masyarakat dalam berkendara sekaligus mengurai titik-titik kemacetan,” jelas Yeti.
Tak hanya itu, pengelolaan transportasi perkotaan juga diperkuat melalui subsidi angkutan umum di 15 koridor, termasuk koridor Tayo dan Sibeneng, serta pengembangan 2 paket kantong parkir.
Pemkot juga akan membangun 1.000 meter persegi jalur sepeda dan zebracross, menambah 21 titik CCTV dan ATCS, serta melakukan rekayasa lalu lintas di dua lokasi strategis.
Untuk mengantisipasi banjir yang masih menjadi persoalan di sejumlah wilayah, Pemkot Tangerang menyiapkan program pengendalian banjir secara terintegrasi. Pada 2026, akan dibangun embung di 3 lokasi, disertai pembangunan turap di 35 titik serta rehabilitasi turap di 12 titik.
Selain itu, sistem pengendali banjir akan diperkuat melalui penanganan di 30 titik rawan genangan, pembangunan drainase makro dan mikro di 126 lokasi, serta pemeliharaan sumber daya air dan drainase sepanjang 265 kilometer.
“Kita juga akan melakukan pembebasan lahan di titik-titik yang selama ini menjadi lokasi genangan atau banjir, untuk selanjutnya diusulkan sebagai lokasi pembangunan embung oleh Pemerintah Provinsi Banten,” tambah Yeti.
Di sektor layanan dasar, Pemkot Tangerang akan mengoperasikan dan memelihara 3 unit Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), memperluas jaringan perpipaan bagi 200 sambungan baru, serta melakukan pembinaan pengelolaan SPAM kepada 200 orang masyarakat.
Untuk sanitasi, pemerintah menargetkan 330 rumah tangga memiliki toilet dan tangki septik sesuai standar, menyediakan layanan penyedotan lumpur tinja bagi 5.199 rumah tangga, serta menambah 5 unit sarana pengangkutan lumpur tinja.
Di sektor perumahan, Pemkot Tangerang menargetkan perbaikan 1.000 unit rumah tidak layak huni (RTLH) serta pemeliharaan, perawatan, dan pemeriksaan berkala terhadap 120 bangunan gedung strategis milik daerah.
Dengan rangkaian program tersebut, Pemkot Tangerang berharap pembangunan infrastruktur tahun 2026 mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara nyata, sekaligus memperkuat ketahanan kota terhadap persoalan mobilitas dan bencana lingkungan.
“Pembangunan ini kami rancang agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat, bukan hanya terlihat secara fisik, tetapi juga berdampak pada kenyamanan, keselamatan, dan keberlanjutan kota,” pungkas Yeti. (Panji)
