Kobennews.id- Sekolah swasta di Kota Tangerang menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan pemerintah pusat dan daerah terkait implementasi PP Tunas, atau Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025. Langkah ini diambil untuk menjaga fokus siswa di dalam kelas serta mencegah risiko kecanduan gawai pada anak usia sekolah.
Kepala SMP Muhammadiyah 2 Tangerang, Achmad Syailendra, salah satu wujud dukungan implementasi PP Tunas dengan memberlakukan pembatasan penggunaan telepon seluler (HP) di lingkungan sekolah.
Ia menegaskan bahwa aturan larangan membawa HP sebenarnya sudah diberlakukan sejak lama di sekolahnya. Menurutnya, kebijakan ini terbukti efektif dalam menciptakan ekosistem belajar yang lebih kondusif.
”Kami sangat mendukung kebijakan pemerintah, tujuannya jelas, agar siswa tetap fokus saat belajar di kelas dan tidak terjadi kecanduan yang dapat mengganggu perkembangan mereka,” ujar Achmad Syailendra.
Meskipun membatasi penggunaan HP bagi siswa, SMP Muhammadiyah 2 Tangerang tetap mengedepankan literasi digital dalam proses belajar mengajar. Sekolah menerapkan sistem semi-digitalisasi melalui optimalisasi fasilitas sekolah, salah satunya adalah kehadiran Interactive Flat Panel atau Smart TV.
Achmad menjelaskan bahwa ketiadaan HP di tangan siswa tidak mengurangi kemampuan akademik digital mereka. Sebaliknya, proses pemanfaatan Teknologi Informasi (TI) tetap berlangsung melalui sarana prasarana yang disediakan sekolah secara terukur.
”Anak-anak memang tidak menggunakan HP pribadi, namun kemampuan akademik mereka tetap terasah karena kami menggunakan fasilitas yang ada di sekolah, seperti Smart TV dan perangkat pendukung lainnya,” tambahnya.
Sebagai bentuk nyata implementasi Program Pendidikan Tunas (PP Tunas), SMP Muhammadiyah 2 Tangerang berencana melakukan sosialisasi masif kepada para orang tua siswa. Pada tanggal 23 April mendatang, pihak sekolah bekerja sama dengan Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) DP3AP2KB akan menggelar kegiatan parenting.
Kegiatan ini bertujuan untuk menyelaraskan pemahaman antara sekolah dan keluarga mengenai pentingnya pembatasan gawai, sekaligus memberikan edukasi mengenai pola asuh anak di era digital.
”Melalui kerja sama dengan Puspaga nanti, kami berharap orang tua juga memiliki semangat yang sama dalam mengawasi penggunaan teknologi demi kebaikan masa depan anak-anak kita,” tutup Syailendra.(adit)
