kobennews.id- Kepala UPT Puskesmas Paninggilan dr. Lusi Anika menjelaskan, untuk stunting di wilayah Ciledug termasuk terendah di Kota Tangerang. Berbagai upaya dilakukan puskesmas, salah satunya melibatkan kader dalam hal pendataan, pengukuran dan pelaporan untuk melakukan intervensi kegiatan di masyarakat serta mengidentifikasi penyebab stunting ataupun gangguan gizi oleh tim puskesmas.
Melalui Tim Pembina Cluster Binaan (TPCB) Dinas Kesehatan Kota Tangerang, melakukan pembinaan, monitoring dan evaluasi terhadap puskesmas dalam sistem klaster layanan. Sehingga berdasarkan hasil paparan lokakarya mini (lokmin) Kecamatan Ciledug, ditetapkan langkah-langkah strategis yaitu percepatan penurunan angka stunting, penuntasan kasus tuberculosis (TB) dan pemeriksaan kesehatan gratis.
Lanjutnya, penuntasan kasus tuberculosis di wilayah Ciledug, bersama kader TB menggencarkan sosialisasi pelaksanaan skrining mandiri melalui ransel TB. Sedangkan pemeriksaan kesehatan gratis (CKG) berdasarkan sasaran, tahun depan semua program akan mengalami kenaikan target. Salah satunya program CKG di Kecamatan Ciledug yang meliputi Paninggilan sebesar 26.310, Ciledug sebesar 28.85 dan Tajur sebesar 18.447.
“Untuk CKG target semula 36 persen akan naik menjadi 46 persen. Sehingga, dibutuhkan dukungan lintas sektor untuk menggerakkan masyarakat untuk ikut CKG,” katanya.
Ia berharap, dengan kerjasama lintas sektor dan penandatanganan komitmen bersama puskesmas, dapat bersinergi dalam memberikan pelayanan kesehatan serta menurunkan angka yang masuk dalam program prioritas di wilayah. (Dini)
