Pekan Olahraga Pelajar Kota Tangerang (Popkot) 2025 akan digelar sebagai edisi perdana dengan dukungan anggaran yang terbatas pada 9-11 Desember 2025.
Meski sederhana, ajang ini menjadi momentum penting bagi atlet pelajar untuk mengasah kemampuan sebelum melangkah ke tingkat yang lebih tinggi, yakni Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Banten.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang, Kaonang, menjelaskan bahwa Popkot dirancang sebagai tradisi baru yang akan digelar setiap satu tahun sebelum POPDA Banten.
Dengan berada di bawah naungan Badan Pembinaan Olahraga Pelajar Seluruh Indonesia (Bapopsi) Kota Tangerang, Popkot diharapkan menjadi ajang sparing hangat antar-atlet pelajar dalam format multievent yang konsisten.
“Alhamdulillah persiapan berjalan dengan baik. Kesederhanaan ini yang penting semangatnya. Semoga lewat Popkot kita bisa menumbuhkan semangat olahraga,” ujarnya.
Pada penyelenggaraan tahun ini, Popkot akan mempertandingkan 23 cabang olahraga. Beberapa di antaranya adalah tinju, karate, judo, sepak bola, bola voli, dan bola basket.
Panitia juga memberikan perhatian khusus pada sejumlah cabor yang masih menjadi sorotan, seperti sepak takraw, serta menambah kategori anggar sebagai bagian dari kompetisi.
Sebanyak 12 venue telah disiapkan untuk mendukung jalannya pertandingan. Cabor tinju akan berlangsung di GOR Koang, atletik digelar di Stadion Benteng, voli berlangsung di GOR Gondrong, sementara beberapa cabang lainnya dipusatkan di GOR Nambo.
“Alhamdulillah untuk venue kita cukup,” tambahnya.
Gelaran Popkot 2025 akan melibatkan ratusan atlet pelajar dari berbagai kecamatan di Kota Tangerang. Demi keamanan dan keselamatan, para atlet—khususnya yang mengikuti cabang olahraga dengan body contact—akan mendapatkan perlindungan dari BPJS Ketenagakerjaan. Fajrin
