Dalam upaya mempopulerkan Laksa Tangerang Sebagai WBTb Nasional dari kota Tangerang. Bagi warga Bentengpun tak lengkap rasanya berkunjung ke pusat kota Tangerang jika tidak mencicipi Laksa, satu hidangan khas yang menjadi ikon kuliner Kota Tangerang.
Laksa Tangerang yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Nasional, pada awalnya diperkenalkan oleh para imigran Tionghoa yang menetap di Tangerang.
Kuah yang kental dan kaya rempah menjadi ciri khas yang membedakan laksa Tangerang dari laksa di daerah lain.
Tim Ahli WBTb Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang, Mushab Abdu Asy Syahid menerangkan, kuliner seperti Laksa dan Bakcang, adalah satu komponen lengkap perpaduan nilai dari budaya Betawi, Tionghoa, Sunda, hingga etnis lainnya dalam satu wadah.
“Setiap sendok kuah atau sepotong jajanan pasar yang kita nikmati hari ini, sesungguhnya adalah potongan kecil dari sejarah panjang peradaban Tangerang. Sejarah tidak hanya ditulis, tapi juga dihidangkan,” singkat Mushab.
Alun-alun Ahmad Yani Sabtu sore (22/11) menjadi arena yang dipenuhi oleh pecinta kuliner Laksa Tangerang. Wali Kota Tangerang H. Sachrudin bersama Pemkot Tangerang menggandeng pengusaha sekaligus ikon kuliner Tangerang Nyak Kopsah alias Madun Oseng memasak 1000 porsi Laksa.
“Kita sediakan 1000 porsi Laksa gratis untuk masyarakat! Semoga makin cinta dengan laksa, dan jangan lupa jajan makanan UMKM di Culinary Day Kota Tangerang,” kata Sachrudin menyapa warganya. (Panji)
