Kobennews.id- Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus memacu program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) atau yang dikenal dengan program Bedah Rumah.
Meski dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) ditargetkan sebanyak 1.000 unit per tahun melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), realisasi di lapangan diprediksi akan melampaui angka tersebut.
Kepala Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Tangerang Decky Priambodo mengungkapkan, pemenuhan hunian layak bagi masyarakat tidak hanya mengandalkan satu sumber pendanaan saja.
Ia menegaskan, adanya sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, hingga lembaga sosial seperti BAZNAS.
“Target RPJMD kita itu 1.000 unit per tahun yang dibangun oleh APBD selama masa pembangunan lima tahun. Namun kenyataannya, angka realisasi bisa jauh lebih besar karena adanya program dari berbagai pihak,” ujar Decky.
Salah satu program yang tersedia yaitu Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).
“Tadinya kita mendapat jatah 200 unit, kemudian naik ke 500, dan laporan terakhir menunjukkan Kota Tangerang bisa mendapatkan hingga 650 unit dari program bantuan tersebut. Bahkan, kami siap jika diminta menyediakan data hingga 1.000 rumah tambahan, karena basis datanya sudah kami miliki,” tuturnya.
Meski potensi bantuan melimpah, Decky menggarisbawahi pentingnya proses verifikasi di lapangan. Pasalnya, terdapat perbedaan standar kualifikasi antara persyaratan yang ditetapkan pemerintah kota dengan kementerian.
“Persyaratan kualifikasi antara kita dan mereka kadang berbeda, itulah yang membutuhkan verifikasi ketat. Sebagai contoh, dari 500 data yang dimasukkan, hasil verifikasi sementara baru ditemukan sekitar 120 yang benar-benar memenuhi kriteria pusat. Ini yang terus kami dorong agar penyerapannya maksimal,” jelas Decky.
Selain bantuan dari pemerintah pusat, sektor non-pemerintah seperti Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) juga turut andil dalam memberikan kontribusi signifikan.
Melalui kolaborasi ini, rumah-rumah yang mungkin tidak terakomodasi oleh kriteria ketat APBD atau BSPS tetap berpeluang mendapatkan bantuan perbaikan.
Dengan adanya integrasi berbagai sumber pendanaan ini, Decky optimis kualitas permukiman di Kota Tangerang akan meningkat pesat.
Target 1.000 unit dari APBD tetap menjadi komitmen utama, sementara bantuan dari pusat dan BAZNAS menjadi akselerator untuk mempercepat pengentasan kawasan kumuh di Kota Tangerang.(Adit)
