Produk UKM Masuk Hotel di Pojok Ekraf

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tangerang terus memperluas ruang promosi bagi pelaku ekonomi kreatif (ekraf) melalui program “Pojok Ekraf” yang akan ditempatkan di sejumlah hotel di Kota Tangerang.

Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Disbudpar Kota Tangerang, Yadi Teguh Heryadi, mengatakan program tersebut menjadi salah satu upaya memperkenalkan hasil karya pelaku ekonomi kreatif kepada masyarakat maupun wisatawan yang menginap di hotel.

Menurut Teguh, konsep Pojok Ekraf terinspirasi dari pengembangan ekonomi kreatif yang diterapkan di Kota Yogyakarta. Namun, pihaknya berupaya menghadirkan konsep yang lebih menarik dan tidak sekadar menampilkan produk dalam etalase.

“Harapannya bukan hanya display barang, tetapi bisa menjadi ruang khusus yang ditata seperti mini pameran sehingga lebih menarik dan memberikan pengalaman tersendiri bagi pengunjung hotel,” kata Teguh ditemui di kantornya.

Saat ini, Disbudpar Kota Tangerang tengah menjajaki kerja sama dengan tiga hotel yang siap mendukung program tersebut, yakni Hotel Days, Novotel, dan Golden Tulip Essential Tangerang. Tim kerja sama dan promosi Bidang Ekraf juga sedang melakukan pemetaan produk yang akan ditampilkan agar sesuai dengan karakter masing-masing hotel.

Yadi menuturkan, keterlibatan sektor perhotelan dinilai penting dalam mendukung promosi produk kreatif lokal sekaligus memperluas akses pasar bagi para pelaku ekonomi kreatif di Kota Tangerang.

Direspon Positif Pelaku Hotel

Sementara itu Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Tangerang Oman Jumansyah mendukung upaya Disbudpar Kota Tangerang menghadirkan pojok Ekraf di hotel-hotel yang ada.

“Iya tentu itu hal baik, perlu kita dukung bersama agar ekonomi di kota Tangerang dan pelaku perhotelan bisa terus tumbuh,”terangnya.


General Manager Golden Tulip Essential Tangerang Angel Sugandhi menuturkan rasa senang dan bangga bisa ikut berkontribusi memajukan produk Ekraf yang ada di Kota Tangerang.

Pihaknya dalam hal ini juga merasa terbantu dengan keberadaan pojok Ekraf maka dapat membuat penghuni hotel semakin dimudahkan dalam mendapatkan souvenir untuk dijadikan oleh-oleh atau cinderamata.

“kami memiliki beberapa standar pemilihan produk apa saja yang layak ada di galeri kami, untuk jenis baju batik harus berbahan premium. Serta untuk produk makanan harus memiliki packaging menarik dan rasanya enak,”ujarnya.

Sebagai informasi, program Pojok Ekraf menjadi bagian dari strategi jangka panjang pengembangan ekonomi kreatif yang saat ini masih difokuskan pada tahap pendataan dan penguatan jejaring pelaku usaha kreatif. Fajrin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top