Kobennews.id- SMK Asy-Syifa resmi meluncurkan program Teaching Factory (TeFa) guna membekali para siswa dengan pengalaman praktik yang selaras dengan kebutuhan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). Langkah ini menegaskan posisi SMK Asy-Syifa sebagai pelopor sekolah swasta bidang kesehatan di Banten yang menerapkan konsep TeFa.
Kepala SMK Asy-Syifa, Ike Oktavia Berliany S.PSi, M.PSi menjelaskan bahwa program TeFa dihadirkan untuk mengubah pola pembelajaran agar tidak hanya berfokus pada teori, melainkan langsung memberikan simulasi kerja nyata.
Melalui penyelarasan kurikulum dengan industri mitra, para siswa dipersiapkan agar dapat langsung terserap di dunia kerja atau membuka usaha mandiri setelah lulus.
“Kami luncurkan TeFa ini agar mereka setelah lulus, mereka bisa bekerja sesuai dengan dunia industri dan bisa berwirausaha. Berwirausaha itu kan penting juga, karena SMK itu tuntutannya berwirausaha,” ujar Ike.
Berbeda dengan sekolah lain, TeFa SMK Asy-Syifa menghadirkan gabungan unit layanan medis dan kewirausahaan, mencakup perawatan luka, khitanan, suntik vitamin, perawatan kuku (nail art), serta produksi minuman herbal dan kopi kekinian.
“Pertama di Banten, swasta. Kalau negerinya itu di SMK 9, kalau yang negerinya yang berkaitan dengan sekolah kesehatan ya. Tapi dia itu TeFa-nya lebih ke daycare. Daycare sama perawatan lansia. Seperti itu. Kalau kita, minuman, nail art, ini baru satu-satunya di Banten,” ujarnya.
Ia mengatakan, operasional TeFa dikelola langsung oleh para siswa melalui sistem piket bergilir (shift) rutin setiap hari usai jam sekolah yaitu pukul 16.00–18.00 WIB serta hingga tengah malam pada akhir pekan untuk mengasah keterampilan operasional.
“Jadi enggak cuma sekadar buka, terus udah, enggak. Karena visi misi saya adalah benar-benar anak-anak tuh real mendapatkan ilmu dari Tefa ini,” ujarnya.(Adit)
