Sasaran CKG Pelajar di Kota Tangerang Capai 58 Persen

Kobennews.id- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang terus mengoptimalkan pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) bagi ratusan ribu pelajar tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) di seluruh wilayah Kota Tangerang.

​Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, dr. Dini Anggraeni, menyampaikan bahwa target sasaran program CKG di Kota Tangerang mencapai 342.310 Sementara itu, sasaran untuk program imunisasi BIAS mencapai sekitar 46.000 anak, dengan harapan ketercapaian target hingga 100 persen.

​”Hingga 26 Agustus ini, capaian kita sudah mencapai 200.762 siswa atau lebih dari 58,6 persen dari total sasaran. Harapannya seluruh anak, baik di tingkat SD maupun SMP se-Kota Tangerang, dapat terlayani melalui pemeriksaan kesehatan gratis maupun program BIAS ini,” ujar dr. Dini.

​Sebagai gambaran pelaksanaan di lapangan, kegiatan pemeriksaan di salah satu titik seperti SD 1 menyasar 559 anak untuk CKG dan 176 anak untuk program imunisasi. Jenis imunisasi yang diberikan meliputi Tetanus Diftari (Td), Diftari Tetanus (DT), Measles Rubella (MR/campak), serta Human Papillomavirus (HPV).

​Program CKG ini tidak hanya sebatas penimbangan berat badan atau tinggi badan, melainkan skrining kesehatan secara menyeluruh. 

“Layanan pemeriksaan mencakup ​deteksi dini kondisi fisik umum serta pengawasan gejala TBC pada anak. Memeriksa potensi masalah karies atau gigi berlubang.

Pemeriksaan fungsi penglihatan (mata) dan pendengaran (telinga),” ujarnya.

​Dari hasil evaluasi sementara di lapangan, dr. Dini mengungkapkan masalah kesehatan yang paling dominan ditemukan pada pelajar adalah karies gigi dan penurunan tajam penglihatan (gangguan visus mata).

​”Temuan ini menjadi dasar bagi kami untuk melakukan tindakan intervensi. Untuk anak dengan masalah karies, akan diberikan edukasi intensif mengenai perawatan gigi. Sedangkan bagi anak yang mengalami gangguan penglihatan, akan ditindaklanjuti dengan bantuan kacamata,” jelasnya.

​Ia menambahkan bahwa seluruh data hasil skrining akan dipetakan berdasarkan wilayah kerja masing-masing Puskesmas. Langkah ini diambil agar pemerintah daerah dan tenaga medis dapat mendeteksi masalah kesehatan anak sejak dini serta merumuskan langkah pencegahan yang tepat sasaran.(Adit)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top