Puskesmas Baja, Kecamatan Cibodas terus gencarkan dan tancap gas dalam penanganan stunting di Kota Tangerang. Berbagai program pun dilakukan agar dapat menekan angka stunting, salah satunya dengan Gerakan Atasi Stunting dan Wasting (Gassppol) dengan Pendampingan Ibu dan Pangan Olahan Lokal sejak tahun 2024.
Kepala Puskesmas drg. Nurul Hidayah mengungkapkan, program Gassppol ini menggabungkan antara edukasi mendalam, pendampingan ibu secara berkelanjutan, pemberdayaan peran ayah (parenting partnership), serta pemanfaatan pangan olahan lokal yang terjangkau namun bernilai gizi tinggi.
“Dalam pencegahan stunting tentu harus ada perbaikan gizi. Untuk itu dengan pemberian makanan tambahan (PMT) berbahan pangan lokal melalui Gerakan Gassppol ini, merupakan bagian upaya pencapaian target penekanan angka stunting pada balita,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, program Gassppol sangat berpengaruh pada penurunan angka kasus stunting di wilayah Puskesmas Baja secara bertahap. Berdasarkan data di tahun 2023 prevalensi stunting berada di angka 5 persen, tahun 2024 sejak program ini diluncurkan turun menjadi 3,6 persen, tahun 2025 berhasil ditekan hingga tersisa 2,5 persen.
Lanjutnya, capaian klinis di bulan Desember 2025, data menunjukkan dari total 2.379 balita terdapat 109 balita stunting yang ditangani. Sebanyak 77 balita (70,6%) berhasil dirujuk ke RS untuk perawatan lebih lanjut. Sebanyak 38 balita (34,8%) diantaranya telah dinyatakan LULUS atau berhasil tumbuh secara normal, dan sisa balita stunting berhasil ditekan hingga tinggal 61 balita. (Dini)

Pemberian Bantuan Telor
Kepala Puskesmas Baja drg. Nurul Hidayah mengaku, tak hanya edukasi dan pendampingan, intervensi stunting pun dilakukan dengan memberikan bantuan telor 1 kilogram setiap 14 hari dengan melakukan kunjungan balita bermasalah gizi, menjadikan target kenaikan BB dan kenaikan status gizi menjadi gizi baik mudah tercapai.Bahkan, lanjutnya, ibu balita tidak hanya mendapatkan telor. Melainkan mendapatkan edukasi tentang pola asuh dan pola makan yang benar, sehingga terbentuk pola perilaku pengasuhan yang baik dan benar. (Dini)
