Kasus ISPA Naik 64,2 Persen, Dinkes : Abu Vulkanik Bukan Faktor Utama

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang mencatat adanya lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sebesar 64,2 persen dalam periode terbaru. Meskipun kenaikan ini terjadi bertepatan dengan paparan abu vulkanik dari erupsi gunung berapi di sekitar lokasi, Dinas Kesehatan menegaskan bahwa abu vulkanik bukan faktor utama pemicu lonjakan tersebut.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Tangerang Yumelda Ismawir mengaku, berdasarkan pemantauan terdapat peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) setelah adanya insiden sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Meski terjadi peningkatan, ia mengaku pihaknya belum menyimpulkan bahwa kenaikan kasus ISPA disebabkan oleh paparan abu vulkanik. Sebab, tren peningkatan telah terlihat sebelum terjadinya sebaran abu dan masih terdapat sejumlah faktor lain.

Selain itu, lanjutnya peningkatan ini menjadi perhatian karena paparan abu vulkanik memang dapat menimbulkan gangguan pada saluran pernapasan. Dimana partikel abu yang terhirup, dapat menyebabkan iritasi dan memunculkan keluhan seperti batuk, tenggorokan tidak nyaman, pilek, hingga sesak pada kondisi tertentu.

“Karena itu, kami terus melakukan pemantauan perkembangan kasus ISPA melalui fasilitas pelayanan kesehatan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap kelompok masyarakat yang lebih rentan, terutama anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki riwayat gangguan pernapasan,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa Dinas Kesehatan memberikan perhatian khusus kepada kelompok masyarakat yang paling berisiko terdampak dan rentan. Seperti anaka-anak, lansia, ibu hamil, pekerja luar ruangan dan penyakit kronis lainnya. (Dini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top