Sampah yang selama ini berakhir di tempat pembuangan kini diubah menjadi bantuan bagi warga yang membutuhkan. Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Kecamatan Tangerang menghadirkan aplikasi berbasis website Tangerang Care Project untuk mencatat program penghimpunan barang bekas secara digital, transparan, dan akuntabel.
Camat Tangerang, Riswan Setyo Kardinto, menjelaskan bahwa aplikasi ini dibuat untuk memudahkan petugas mencatat barang bekas seperti kardus dan minyak jelantah yang dihimpun dari warga.
Barang-barang itu dikonversi menjadi rupiah, lalu hasilnya dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk telur. Penerima manfaatnya adalah kelompok prioritas, seperti bayi yang berpotensi stunting dan kaum dhuafa.
“Kami menggunakan aplikasi ini untuk transparansi ke publik sekaligus memudahkan pencatatan,” ujar Rismawan saat ditemui di kantornya.
Lewat aplikasi, petugas kelurahan dapat mengunggah data barang bekas yang mereka terima dari warga. Data itu juga menjadi gambaran bagi pemerintah kota tentang volume sampah yang berhasil dikurangi dan tidak perlu dibuang ke TPA Rawakucing.
Riswan menegaskan bahwa program ini berbeda dari bank sampah pada umumnya. Pada bank sampah, hasil penjualan ditabung untuk penyetornya. Di sini, konsepnya adalah sedekah. “Kita banknya, tapi konsepnya sedekah,” ujarnya. Fajrin
