Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang memastikan hingga saat ini belum ditemukan adanya temuan atau penularan kasus Influenza A di wilayah Kota Tangerang. Kendati demikian, pemerintah daerah tetap menyiagakan seluruh fasilitas kesehatan dan meningkatkan pengawasan guna mengantisipasi potensi penyebaran virus tersebut.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kota Tangerang dr Yumelda Ismawir mengatakan bahwa untuk di Kota Tangerang, sampai saat ini data kasus Influenza A terkonfirmasi perlu merujuk pada hasil pemeriksaan laboratorium dan laporan surveilans Dinkes terbaru. Sehingga, belum ada laporan untuk kasus Influensa A.
“Sampai hari ini, hasil pemantauan tim surveillance Dinkes Kota Tangerang mencatat nol kasus (zero case) untuk Influenza A. Kendati demikian, kami tidak boleh lengah dan terus memperketat deteksi dini di pintu-pintu pelayanan kesehatan,” katanya.
Namun, secara nasional, surveilans Kemenkes memang menunjukkan bahwa influenza masih beredar di masyarakat. Pada minggu epidemiologi ke-33 tahun 2026, proporsi influenza yang terdeteksi dalam surveilans mencapai 23% meningkat dari 18% pada minggu sebelumnya, meskipun pada minggu tersebut tidak ditemukan kasus positif influenza pada pemeriksaan yang dilaporkan.
Untuk itu, ia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun selalu waspada dengan menjaga daya tahan tubuh, mengonsumsi makanan bergizi, beristirahat cukup, serta mencuci tangan menggunakan sabun secara berkala. Bagi warga yang mengalami gejala flu berat disertai demam tinggi dan sesak napas, diimbau untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat serta menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. (Dini)
Sistem Surveilans Kesehatan
Menurut Yumelda, peningkatan influenza dapat dipengaruhi oleh penularan antarmanusia yang tinggi, aktivitas masyarakat, kepadatan di ruang tertutup, ventilasi yang kurang baik, serta kondisi musim atau cuaca. Untuk di daerah tropis seperti Indonesia, influenza dapat beredar sepanjang tahun dengan periode peningkatan tertentu.
“Influenza tipe A sebenarnya salah satu penyebab flu musiman, bukan berarti setiap Influenza A otomatis lebih berbahaya daripada “flu biasa”. Karena, influenza disebabkan oleh virus influenza, terutama tipe A dan B,” katanya.
Ia menjelaskan, gejala Influenza A dapat berupa demam kadang muncul mendadak, batuk biasanya kering, pilek atau hidung tersumbat, sakit tenggorokan, sakit kepala, nyeri otot dan badan, lemas atau kelelahan. Bahkan, pada sebagian orang, terutama anak, dapat disertai muntah atau diare.
“Masyarakat diimbau tidak panik, tetapi tetap waspada dengan menerapkan PHBS, menggunakan masker ketika sakit, menjaga ventilasi, menghindari kontak dekat saat sakit, serta melakukan vaksinasi influenza terutama bagi kelompok berisiko. Bila muncul gejala berat seperti sesak napas atau kondisi memburuk, segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.” Tutupnya. (Dini)
