Mengasuh anak berkebutuhan khusus (ABK) membutuhkan kesabaran, energi, serta ketahanan mental yang luar biasa. Memahami tantangan tersebut, Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Kota Tangerang memberikan edukasi dan panduan khusus mengenai pentingnya pengelolaan stres bagi para orang tua yang memiliki ABK.
Psikolog Puspaga Kota Tangerang Glori Telis Amanta mengatakan, dalam menerapkan pola asuh, tak jarang orang tua anak berkebutuhan khusus mengalami stres. Sehingga, penting untuk memahami strategi yang efektif dalam mengelola stres, agar dapat memberikan dukungan yang optimal bagi anak.
Menurut Glori, langkah pertama dalam mengelola stres adalah dengan memahami sumbernya. Identifikasi aspek-aspek yang paling menekan, dan cari cara untuk mengatasinya. Dengan memahami stres, orang tua dapat lebih siap untuk menghadapi tantangan.
Ia menjelaskan, bahwa orang tua dari anak berkebutuhan khusus rentan mengalami burnout atau kelelahan emosional jika tidak memiliki strategi pengelolaan stres yang baik. Untuk itu, ada beberapa cara praktis yang dapat diterapkan orang tua dalam mengelola stres sehari-hari:
1. Menerima Kondisi dan Berdamai dengan Diri (Self-Acceptance): Memahami bahwa setiap anak unik dan fokus pada kemajuan sekecil apa pun yang dicapai anak, tanpa membandingkan dengan anak lain.
- Menjaga Ruang untuk Diri Sendiri (Self-Care): Mengalokasikan waktu singkat untuk istirahat, menjalankan hobi, atau sekadar menikmati waktu tenang guna mengisi ulang energi emosional.
- Membangun Sistem Pendukung (Support System): Melibatkan pasangan, keluarga besar, serta bergabung dengan komunitas sesama orang tua ABK untuk saling berbagi cerita, saran, dan penguatan emosional.
- Mengatur Ekspektasi secara Realistis: Membuat rutinitas harian yang fleksibel dan merayakan pencapaian-pencapaian kecil dalam proses tumbuh kembang anak.
- Memanfaatkan Layanan Konseling Profesional: Tidak ragu mendatangi konselor atau psikolog ketika merasa kewalahan. (Dini)
Wujudkan Kesetaraan Hak dan Aksesibilitas
Kepala Bidang Perlindungan Anak dan Pemenuhan Hak Anak DP3AP2KB Kota Tangerang Wilopo Tetuko Sigit mengatakan, kegiatan Pemenuhan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) ini merupakan sebagai wujud komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan lingkungan yang inklusif dan ramah anak.
Selain itu, ia menambahkan,bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk tumbuh, berkembang, mendapatkan pendidikan yang layak, layanan kesehatan serta perlindungan sosial tanpa diskriminasi.
“Anak berkebutuhan khusus memiliki potensi luar biasa yang perlu kita gali dan dukung bersama. Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan bahwa pemenuhan hak-hak mereka tidak hanya menjadi wacana, tetapi benar-benar hadir dalam bentuk kebijakan, fasilitas publik, dan penerimaan masyarakat yang inklusif,” katanya. (Dini)
