Bank Sampah Gantari di Kelurahan Paninggilan Utara terus mendorong kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah sekaligus menciptakan nilai ekonomi. Program yang dikelola secara swadaya ini memungkinkan warga menabung sampah anorganik seperti botol plastik, kardus, dan kemasan minuman untuk kemudian ditukarkan menjadi uang.
Ketua Bank Sampah Gantari, Warto Pambudi, mengatakan kegiatan tersebut berawal dari banyaknya sampah plastik dan botol bekas yang berserakan di lingkungan sekitar. Dari kondisi tersebut, warga mulai membangun sistem pengelolaan sampah berbasis tabungan. “Awalnya dari lingkungan kita sendiri, banyak botol dan plastik berserakan. Dari situ muncul ide untuk mengelola sampah agar punya nilai. Sekarang masyarakat bisa menabung sampah, lalu dicairkan dalam bentuk uang sesuai kebutuhan,” ujarnya.
Seiring berjalannya program, jumlah nasabah Bank Sampah Gantari terus bertambah hingga mencapai ratusan orang. Selain menjadi pusat pengelolaan sampah, bank sampah tersebut juga dimanfaatkan sebagai sarana edukasi bagi pelajar untuk mengenal proses pemilahan dan pemanfaatan sampah sejak dini, sejalan dengan upaya pemerintah mendorong budaya 3R dan Program Kampung Iklim (Proklim).
