Di tengah menjamurnya bisnis kuliner di Kota Tangerang, Linda Setyaningsih berhasil menemukan celah pasar yang menggiurkan melalui jenama Iga Bledoos. Berawal dari ide sang anak untuk menciptakan menu yang relevan dengan selera anak muda, usaha yang berlokasi di daerah Cipondoh ini kini menjadi destinasi favorit bagi pemburu kuliner pedas.
Linda mengungkapkan bahwa lahirnya Iga Bledoos didasari oleh pengamatannya terhadap minimnya variasi olahan daging yang “kekinian” di lingkungannya. Jika biasanya daging hanya diolah menjadi sate atau sop konvensional, ia memilih untuk fokus pada menu serba iga dengan sentuhan rasa pedas yang tajam.
“Anak saya bilang, cari yang kekinian Mah, yang disukai anak muda itu yang pedas-pedas,” ujar Linda ditemui baru-baru ini.
Beberapa menu unggulan yang ditawarkan antara lain Iga Kuku Bima, Iga Bledoos, Varian Lain
Meski mengusung konsep warung kaki lima, Linda berkomitmen menyajikan kualitas rasa yang bersaing dengan restoran kelas atas. Untuk menu andalan seperti Iga Kuku Bima, harga yang dipatok berkisar di angka Rp120.000.
Strategi ini terbukti ampuh menarik minat pelanggan, mulai dari kalangan anak muda yang penasaran hingga orang tua yang mencari alternatif hidangan selain sate.
“Kita kaki lima, tapi rasanya bintang lima,” tegasnya. Fajrin
