Pembekalan Dukungan Psikologis Awal Bagi Kader Posyandu

kobennews.id- Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) menggelar kegiatan parenting bertajuk Orientasi dan Pembekalan Dukungan Psikologis Awal (DPA) bagi kader posyandu.  

Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Pemenuhan Hak Anak DP3AP2KB Kota Tangerang Wilopo Tetuko mengatakan, pendampingan dan pembekalan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kepekaan para kader posyandu dalam mendeteksi serta memberikan penanganan awal terhadap isu-isu psikologis anak dan keluarga di lingkungan masyarakat.

Selain itu, lanjutnya, pendampingan dan pembekalan ini berkaitan dengan kader posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Ketentraman, Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat (Trantibumlinmas) yang bertugas memberikan rasa aman dan perlindungan dari ancaman bahaya bagi anak.

“Minimal, kader posyandu ini bisa menjelaskan kepada masyarakat apabila ada permasalahan keluarga dan anak, bisa mengarahkan ke Puspaga atau Perlindungan Perempuan dan Anak secara gratis,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa kader posyandu bukan hanya berperan dalam memantau kesehatan fisik dan tumbuh kembang anak secara jasmani, melainkan juga memiliki posisi strategis untuk mengidentifikasi kesejahteraan mental keluarga.

“Kader posyandu adalah garda terdepan yang paling dekat dengan masyarakat. Melalui pembekalan Dukungan Psikologis Awal (DPA) ini, kami ingin para kader memiliki kepekaan emosional dan keterampilan dasar untuk mendengar, mendampingi serta memberikan arahan yang tepat jika menemui indikasi stres pengasuhan, kekerasan, atau masalah psikologis pada anak dan ibu,” ujarnya. (Dini)

Bekali Kader dengan Metode 3L

Konselor Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Kota Tangerang Glori Telis mengatakan, tekanan psikologis dalam keluarga sering kali menjadi pemicu munculnya berbagai persoalan, termasuk kekerasan terhadap anak maupun anggota keluarga lainnya.

“Stres pengasuhan bisa memicu kekerasan pada anak. Di sinilah peran kader Posyandu untuk memberikan pertolongan pertama (DPA) dan memitigasi risiko psikologis keluarga sebelum meluas,” katanya.

Menurutnya, penguatan kapasitas kader Posyandu sangat penting karena mereka menjadi garda terdepan yang berinteraksi langsung dengan masyarakat di tingkat lingkungan.

Melalui kegiatan tersebut, para kader dibekali keterampilan praktis untuk memberikan Dukungan Psikologis Awal (DPA) kepada keluarga yang membutuhkan pendampingan.

“Melalui orientasi ini, para kader dibekali keterampilan praktis Dukungan Psikologis Awal (DPA) agar mampu memberikan respons pertama yang tepat terhadap indikasi stres pengasuhan, trauma, hingga potensi kekerasan di wilayahnya,” tuturnya.

Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan pembekalan mengenai tiga prinsip utama DPA, yakni Look (mengamati tanda-tanda stres), Listen (mendengarkan dengan empati), dan Link (menghubungkan masyarakat dengan layanan pendukung seperti Puspaga atau unit perlindungan anak).

Glori berharap sinergi antara kader Posyandu dan Puspaga dapat memperkuat sistem perlindungan keluarga sekaligus menciptakan lingkungan yang aman dan ramah anak di Kota Tangerang. (Dini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top