Pertahankan Subsidi Transportasi di Tengah Kenaikan BBM

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus mencermati berbagai dinamika ekonomi yang terjadi, baik di tingkat nasional maupun lokal, guna mengantisipasi potensi dampak negatif terhadap perekonomian masyarakat.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Tangerang, Ruta Ireng Wicaksono, mengatakan hingga saat ini dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax belum memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kondisi ekonomi di Kota Tangerang.

“Sejauh ini kami pantau belum ada dampak yang signifikan. Memang masyarakat membeli BBM dengan harga yang lebih tinggi, tetapi mereka juga memahami bahwa ini merupakan kebijakan nasional,” kata Ruta baru-baru ini. 

Menurut dia, Pemkot Tangerang terus melakukan berbagai langkah untuk menjaga daya beli masyarakat, salah satunya dengan mempertahankan subsidi transportasi publik. Tarif layanan Bus Tayo dan Bus Si Benteng tidak mengalami perubahan meskipun terjadi kenaikan harga BBM.

Selain itu, fasilitas transportasi gratis bagi pelajar juga tetap dipertahankan sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap masyarakat.

“Yang bisa kami lakukan di tingkat kota adalah tetap memberikan subsidi transportasi publik. Ongkos Bus Tayo dan Si Benteng tidak ada perubahan, termasuk layanan gratis bagi anak sekolah yang masih berjalan,” ujarnya. Fajrin

Perkuat Koordinasi Antar Unsur Forkopimda

Dalam rapat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Wali Kota Tangerang H. Sachrudin menegaskan bahwa kondusifitas wilayah menjadi faktor penting yang harus dipelihara secara bersama-sama.

Menurut dia, situasi yang aman dan stabil akan memberikan kenyamanan bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah.

“Kondusifitas daerah harus terus dijaga bersama. Ketika situasi aman dan stabil, masyarakat dapat beraktivitas dengan tenang, dunia usaha berkembang, dan pembangunan berjalan lebih optimal,” kata Sachrudin.

Ia juga menyoroti pentingnya langkah deteksi dini serta respons cepat terhadap berbagai potensi gangguan keamanan maupun konflik sosial. Menurutnya, koordinasi yang kuat antar unsur Forkopimda menjadi kunci dalam menjaga stabilitas wilayah dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Sachrudin menambahkan, komunikasi yang efektif, koordinasi yang solid, serta langkah yang cepat dan tepat menjadi faktor utama dalam menjaga stabilitas daerah. Fajrin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top