Tren Kasus Campak Naik, 85 Persen Karena Tidak Imunisasi

koben news. id- Dinas Kesehatan Kota Tangerang mencatat adanya peningkatan kasus campak yang terjadi sejak bulan Maret 2025. Tren yang sempat naik turun ini, kini kembali meningkat pada November 2025. Tidak hanya Kota Tangerang, peningkatan ini terjadi hampir di wilayah Banten bahkan Indonesia.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Tangerang dr. Yumelda Ismawir mengatakan berdasarkan data, peningkatan ini terjadi karena 85 persen anak tidak imunisasi/vaksin. Artinya, masih ada masyarakat yang menolak atau tidak mau anaknya di imunisasi, padahal tenaga kesehatan sudah gencar memberikan layanan imunisasi.

“Untuk itu, kami (Dinas Kesehatan,red) menyerukan kepada oranng tua untuk segera melengkapi imunisasi anak di posyandu atau layanan kesehatan lainnya,” katanya.

Ia menjelaskan sebagian besar kasus ini menyerang anak di bawah usai lima tahun, bahkan ada yang sudah dewasa namun persentasenya sedikit. Gejala ini diawali dengan demam, batuk pilek, ruam merah, bercak koplik pada tenggorokan yang dapat menyebabkan kematian dan penyebab bronkopneomonia.

Ia mengaku, dari peningkatan kasus ini, Dinkes mencatat satu pasien meninggal dunia. Namun, penyebab kematian tersebut belum dipastikan sepenuhnya akibat campak karena pasien memiliki penyakit penyerta atau komorbid.

Sebagai langkah nyata, Pemkot Tangerang mengambil sejumlah kebijakan untuk mencegah penularan lebih luas. Diantaranya sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, peningkatan cakupan imunisasi, penguatan sistem surveilans dan investigasi kasus dan pelacakan kontak, penyediaan fasilitas kesehatan yang siap menangani pasien campak, melakukan pengecekan status imunisasi anak serta melakukan ORI Campak (Outbreak Response Immunization) di beberapa kecamatan. (Dini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top