kobennews.id- Fenomena gagal ginjal di Indonesia mengalami pergeseran yang mengkhawatirkan. Jika dahulu penyakit ini identik dengan lansia, kini ruang-ruang cuci darah justru dipenuhi oleh pasien rentang usia 30 hingga 40 tahun. Bahkan, tidak sedikit yang masih berusia 16 hingga 20 tahun.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUD Kota Tangerang dr. I Gede Rai Kosa, Sp.Pd, FINASIM mengatakan, factor utama yang membedakan kasus gagal ginjal pada usia muda dengan lansia adalah penyebabnya. Pada lansia, penyebab utama adalah penyakit degeneratif seperti diabetes dan hipertensi yang sudah lama diderita.
Sedangkan pada Gen Z, lanjutnya, selain faktor genetik dan penyakit bawaan pemicu utamanya lebih banyak berasal dari faktor eksternal dan gaya hidup, termasuk konsumsi minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK) yang berlebihan, pola makan tinggi garam dan lemak, serta kebiasaan menahan buang air kecil. Kondisi tersebut erat kaitannya dengan perubahan gaya hidup, dan peningkatan penyakit tidak menular pada usia produktif.
Ia menjelaskan, gagal ginjal sering disebut sebagai silent killer. Karena gejalanya baru muncul setelah kerusakan cukup parah. Namun, waspadai tanda-tanda jika terjadi terus-menerus. Seperti, perubahan buang air kecil dimana urine akan berbusa, berwarna gelap seperti teh atau cola, terbangun di malam hari untuk buang air kecil. Bengkak di area pergelangan kaki, tungkai atau sekitar mata. Kelelahan atau sulit konsetrasi, kulit kering dan gatal serta nafsu makan menurun dan mual. (Dini)
Menyelamatkan Ginjal Gen Z
Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUD Kota Tangerang dr. I Gede Rai Kosa, Sp.Pd, FINASIM mengungkapkan, mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Ada beberapa langkah konkret yang bisa diambil untuk menjaga kesehatan ginjal Gen Z.
Lanjutnya, antara lain batasi konsumsi gula dan garam dengan memulai konsumsi minuman manis dan ganti dengan air putih. Saat membeli makanan kemasan, biasakan membaca label gizi dan pilih yang rendah natrium. Terapkan CERDIK (cek kesehatan, enyahkan asap rokok, rajin aktivitas fisik, diet sehat dengan kalori seimbang, istirahat cukup, kelola stres) serta lakukan medical check up rutin setahun sekali. Penuhi kebutuhan cairan dengan minimal minum air putih 8 gelas sehari, jangan tahan kencing serta jangan konsumsi obat Pereda nyeri secara ruin. (Dini)
