Kobennews.id- Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Kesehatan terus memperkuat strategi penanganan stunting dengan memprioritaskan pencegahan penyakit melalui imunisasi.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, dr. Dini Anggraeni, mengungkapkan bahwa asupan gizi yang cukup tidak akan memberikan hasil maksimal jika anak memiliki penyakit penyerta yang tidak tertangani. Menurutnya, salah satu langkah preventif adalah memastikan cakupan imunisasi pada anak terpenuhi.
“Anak-anak dikasih asupan gizi misalnya sudah oke, tapi kalau dia ada penyakit penyerta, maka penyakitnya harus dicegah, salah satunya melalui imunisasi,” ujar dr. Dini.
Saat ini pihaknya tengah melaksanakan imunisasi Kejar serentak yang difokuskan pada anak usia 9-59 tahun. Program ini untuk melengkapi status imunisasi yang belum lengkap.
“Sekarang kita sedang kejar yang belum-belum imunisasi agar dilengkapi,” ujarnya.
Selain fokus pada imunisasi, dr. Dini menjelaskan bahwa saat ini Pemerintah Kota Tangerang telah menjalin kerja sama dengan 34 rumah sakit di seluruh wilayah Tangerang untuk menangani anak-anak yang terindikasi stunting.
Melalui kolaborasi ini, Puskesmas dan kader kesehatan akan merujuk ibu dan anak yang membutuhkan penanganan khusus ke rumah sakit mitra. Di sana, mereka akan diperiksa langsung oleh dokter spesialis anak.
“Nanti rumah sakit memeriksa, dicari penyebabnya kenapa. Selain penanganan medis, ada juga pemberian PKMK (Pangan Olahan untuk Kondisi Medis Khusus). Ini adalah makanan tambahan dengan hitungan gizi khusus yang disesuaikan dengan kebutuhan anak,” jelasnya.
Kerja sama ini melibatkan seluruh rumah sakit, termasuk pihak swasta seperti RS Sari Asih Ciledug dan RS Bakti Asih, guna memudahkan akses masyarakat.
“Semua terlibat agar aksesnya lebih mudah. Kalau cuma mengandalkan satu rumah sakit, warga yang jauh seperti di Ciledug akan kesulitan,” tambahnya.
Dr. Dini menegaskan bahwa persoalan stunting bukan hanya menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan semata, melainkan melibatkan lintas sektor, termasuk DP3AP2KB dan Posyandu.
Saat ini, fokus juga diarahkan pada kelompok Balita 3B (Ibu Hamil, Menyusui, dan Balita) melalui berbagai program bantuan gizi. Tujuannya adalah untuk menurunkan risiko keluarga stunting secara menyeluruh di Kota Tangerang.
“Jika risiko keluarga stunting turun, insyaallah angka stunting di Kota Tangerang juga akan semakin turun,” tutupnya.(Adit)
